Kudeta Militer Myanmar, Giliran Tangan Kanan Suu Kyi Ditangkap

Jum'at, 05 Februari 2021 - 16:02 WIB
loading...
Kudeta Militer Myanmar,...
Orang-orang di Myanmar demo menentang kudeta militer. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Seorang ajudan utama pemimpin de facto Myanmar yang digulingkan Daw Aung San Suu Kyi ditangkap hari ini (5/2/2021). Penangkapan terjadi ketika gejolak kemarahan publik atas kudeta militer belum mereda.

Penangkapan terjadi setelah jalan-jalan di kota terbesar Myanmar dipenuhi orang-orang yang membunyikan klakson mobil dan memukuli panci untuk menyuarakan penentangan mereka terhadap kudeta.

Baca juga: Picu Ketegangan, Perusahaan China Ingin Bangun Kota di 'Depan Pintu' Australia

Militer merebut kekuasaan pada hari Senin, dengan menahan Suu Kyi dan presiden U Win Myint.

"Win Htein, yang dianggap sebagai tangan kanan Suu Kyi, ditangkap dari rumah putrinya tempat dia menginap pada tengah malam [di Yangon]," kata Kyi Toe, juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi [NLD]—partainya Suu Kyi.

Baca juga : Imbas Kudeta, AS Isyaratkan Jatuhkan Sanksi pada Militer Myanmar

NLD merupakan partai pemenang pemilu November 2020 dan berhak memimpin negara Myanmar. Namun, militer tidak mengakui hasil pemilu dengan menuduh pemilu dicurangi.

Win Htein, 79, pendukung NLD adalah tahanan politik lama, yang telah menghabiskan waktu lama keluar-masuk penjara karena berkampanye melawan kekuasaan militer.

Baca juga: Khamenei Dapat Cabut Fatwa Haram Bikin Bom Nuklir Jika Israel Bertindak Bahaya

Menjelang penangkapannya, Win Htein telah mengatakan kepada media lokal berbahasa Inggris bahwa kudeta militer itu "tidak bijaksana", dan bahwa para pemimpin militer telah membawa negara ke arah yang salah.

"Setiap orang di negara ini harus menentang sebanyak mungkin tindakan yang mereka upayakan untuk membawa kita kembali ke titik nol dengan menghancurkan pemerintah kita," katanya kepada Frontier Myanmar setelah kudeta tersebut.

Baca juga: Junta Myanmar Putus Jaringan Internet saat Protes Kudeta Meluas

Suu Kyi tidak terlihat di depan umum sejak Senin. Menurut Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik, sebuah kelompok yang berbasis di Yangon yang memantau penangkapan politik di Myanmar, lebih dari 130 pejabat dan anggota parlemen telah ditahan sehubungan dengan kudeta tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved