Laporan Kongres: AS Harus Tunda Penarikan Pasukan di Afghanistan
Kamis, 04 Februari 2021 - 14:50 WIB
loading...
Personil keamanan AS berjaga saat penyerahan pesawat A-29 Super Tucano dari AS pada Afghanistan di Kabul, Afghanistan, 17 September 2020. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) harus memperpanjang batas waktu 1 Mei untuk menarik semua tentaranya dari Afghanistan .
AS diminta mengatur pengurangan pasukan sesuai kemajuan pembicaraan damai serta tindakan Taliban mengurangi kekerasan dan menahan al Qaeda.
Semua itu terungkap dalam laporan bipartisan kepada Kongres AS pada Rabu (3/2) waktu setempat.
Baca juga: AS Terganggu Kabar Wanita Muslim Diperkosa Secara Sistemis di Kamp China
“Washington tidak boleh meninggalkan proses perdamaian Afghanistan,” ungkap laporan Kongres AS itu.
Baca juga: Sekjen PBB Galang Tekanan Global, Pastikan Kudeta Myanmar Gagal
Tetapi kondisi untuk keberhasilannya tidak akan dipenuhi oleh tenggat waktu 1 Mei yang ditetapkan dalam perjanjian AS-Taliban 2020.
Lihat infografis: Termasuk Indonesia, Arab Saudi Cegah Masuk Warga Asing dari 20 Negara
Menurut laporan itu, menarik semua pasukan AS dapat menyebabkan perang saudara, mengguncang kawasan, dan menghidupkan kembali ancaman Al Qaeda.
AS diminta mengatur pengurangan pasukan sesuai kemajuan pembicaraan damai serta tindakan Taliban mengurangi kekerasan dan menahan al Qaeda.
Semua itu terungkap dalam laporan bipartisan kepada Kongres AS pada Rabu (3/2) waktu setempat.
Baca juga: AS Terganggu Kabar Wanita Muslim Diperkosa Secara Sistemis di Kamp China
“Washington tidak boleh meninggalkan proses perdamaian Afghanistan,” ungkap laporan Kongres AS itu.
Baca juga: Sekjen PBB Galang Tekanan Global, Pastikan Kudeta Myanmar Gagal
Tetapi kondisi untuk keberhasilannya tidak akan dipenuhi oleh tenggat waktu 1 Mei yang ditetapkan dalam perjanjian AS-Taliban 2020.
Lihat infografis: Termasuk Indonesia, Arab Saudi Cegah Masuk Warga Asing dari 20 Negara
Menurut laporan itu, menarik semua pasukan AS dapat menyebabkan perang saudara, mengguncang kawasan, dan menghidupkan kembali ancaman Al Qaeda.
Lihat Juga :