Laporan Kongres: AS Harus Tunda Penarikan Pasukan di Afghanistan

Kamis, 04 Februari 2021 - 14:50 WIB
loading...
A A A
“Amerika Serikat seharusnya tidak begitu saja menyerahkan kemenangan kepada Taliban," papar laporan Grup Studi Afghanistan yang mencerminkan kritik bahwa pemerintahan Trump terlalu banyak menyerah kepada pemberontak Taliban dalam upaya mengakhiri perang terpanjang AS.

Kongres menugaskan grup studi itu untuk melakukan peninjauan kebijakan Afghanistan. Salah satu ketua grup itu adalah purnawirawan Jenderal Marinir Joseph Dunford, mantan kepala Staf Gabungan, dan mantan Senator Partai Republik Kelly Ayotte.

Dunford mengatakan laporan itu dibagikan pada para pembantu Presiden AS Joe Biden, termasuk Zalmay Khalilzad, negosiator perdamaian dari pemerintahan Trump yang "merasa terbantu."

Juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Ned Price mengatakan, “Pemerintahan Biden berencana mendukung proses perdamaian dan menilai komitmen Taliban untuk memutuskan hubungan dengan al-Qaidah, menurunkan kekerasan dan terlibat dalam pembicaraan damai.”

Mantan Presiden AS Donald Trump memerintahkan penarikan 2.500 tentara AS pada bulan lalu bahkan ketika kekerasan meningkat.

Pejabat AS mengatakan Taliban mempertahankan hubungan dengan al Qaeda dan pembicaraan damai intra-Afghanistan terhenti.

Taliban mengatakan pejuang al Qaeda tidak lagi berada di Afghanistan. Taliban juga telah mengindikasikan mereka akan melanjutkan serangan terhadap pasukan asing jika mereka bertahan setelah 1 Mei.

Senator Lindsey Graham dari Partai Republik terkemuka yang khawatir dengan kesepakatan Trump dengan Taliban itu memuji laporan tersebut.

Dia menambahkan, setelah diskusi awal dengan pemerintah, mereka tampaknya akan sangat menerima rekomendasi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved