Dubes Rusia: Saya Tak Percaya Jenderal AS Ingin Perang Nuklir dengan Moskow

Kamis, 04 Februari 2021 - 01:21 WIB
loading...
A A A
Menurutnya, pembicaraan tidak hanya menyentuh masalah yang ada, tetapi juga yang sedang berkembang, seperti sistem persenjataan mutakhir. Dubes Antonov menyebut sistem pertahanan rudal AS di Eropa, rudal jarak pendek dan menengah, kemampuan serangan global, senjata hipersonik, dan persenjataan luar angkasa di masa depan sebagai hal-hal yang kemungkinan besar akan menjadi agenda pembicaraan di masa depan.

Baca juga: Kontak Pertama dengan Rezim Erdogan, Pemerintah Biden Usik S-400 Rusia

AS, di era Donald Trump, telah menarik diri dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dengan dalih Rusia melanggar perjanjian tersebut. Moskow membantah klaim bahwa mereka telah melanggar kesepakatan, yang melarang rudal yang mampu menempuh jarak antara 500 hingga 5.500 kilometer. Moskow sendiri mempertanyakan kepatuhan AS terhadap perjanjian tersebut.

Pada saat yang sama, kedua negara berhasil menemukan titik temu pada kesepakatan New START, yang perpanjangannya mulai berlaku pada 3 Februari. Perjanjian, yang ditandatangani kembali pada tahun 2010, diperpanjang selama lima tahun lagi tanpa perubahan setelah hampir berakhir.

Pembicaraan dengan pemerintah AS sebelumnya pada tahun 2020 terhenti karena upaya Washington untuk mengubah ketentuan perjanjian dan memasukkan China ke dalamnya. Pemerintahan Joe Biden, yang dilantik pada tanggal 20 Januari lalu, berhasil menyelesaikan negosiasi hanya beberapa hari sebelum perjanjian New START berakhir.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved