Inggris Khawatir Kudeta Bisa Bawa Kembali Myanmar ke Era Kegelapan

Rabu, 03 Februari 2021 - 17:51 WIB
loading...
Inggris Khawatir Kudeta...
Inggris mengaku khawatir kudeta militer dapat membawa Myanmar kembali ke masa-masa kelam seperti tahun 1988 atau 2017, di mana terjadi pemberontakan di negara itu. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Inggris mengaku khawatir kudeta militer dapat membawa Myanmar kembali ke masa-masa kelam seperti tahun 1988 atau 2017. Di mana, kala itu terjadi aksi demonstrasi besar-besaran, yang berujung pada pemberontakan di Myanmar.

Menteri Urusan Asia di Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris (FCDO), Nigel Adam menuturkan, Inggris jelas mengutuk kudeta, keadaan darurat yang diberlakukan di Myanmar dan penahanan tidak sah atas politisi yang dipilih secara demokratis, dan masyarakat sipil oleh militer.

"Kita harus menerima jaminan bahwa keselamatan, kesejahteraan, dan hak-hak mereka dihormati. Keadaan darurat harus dicabut, penahanan sewenang-wenang dibatalkan, hasil dari pemilihan demokratis dihormati, dan Majelis Nasional berkumpul kembali dengan damai," ucapnya saat berbicara di Parlemen Inggris.

"Kami menyadari bahwa ada risiko bahwa demonstrasi dapat memicu respons kekerasan, membawa Myanmar kembali ke masa-masa gelap pemberontakan 1988 atau Revolusi Saffron 2007, di mana banyak warga sipil terbunuh," sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari laman resmi pemerintah Inggris Gov.uk pada Rabu (3/2/2021).

Adam menuturkan, Inggris mengejar semua langkah untuk memastikan kembalinya demokrasi secara damai di Myanmar. Pertama, jelasnya, pihaknya telah membuat perwakilan di tingkat tertinggi di Myanmar untuk mendorong semua pihak menyelesaikan sengketa secara damai dan legal.

Dia mengatakan telah memanggil Duta Besar Myanmar untuk Inggris untuk FCOD. Dalam pertemuan itu, ia mengutuk kudeta militer dan penahanan sewenang-wenang terhadap warga sipil, termasuk Aung San Suu Kyi dan menjelaskan bahwa keinginan demokratis rakyat Myanmar harus dihormati, dan Majelis Nasional yang terpilih kembali secara damai.

"Kami melakukan semua yang kami bisa, bekerja dengan mereka yang ada di Myanmar, untuk mendukung resolusi damai untuk krisis ini," ujarnya.Baca juga: Kudeta Militer di Myanmar Paksa Suzuki Hentikan Produksi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
2.000 Mantan Tentara...
2.000 Mantan Tentara Afghan Tidak Dapat Suaka ke Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved