China Halangi Kecaman Dewan Keamanan PBB pada Kudeta Myanmar
Rabu, 03 Februari 2021 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun menurutnya pernyataan PBB tidak akan membuat perbedaan langsung, itu masih akan berfungsi sebagai langkah pertama untuk menyatukan tanggapan internasional. “Itu tampaknya tidak akan terjadi," tutur dia.
"Sikap Beijing terhadap situasi ini konsisten dengan skeptisisme keseluruhannya terhadap intervensi internasional," ujar Sebastian Strangio, penulis dan editor Asia Tenggara di The Diplomat, kepada BBC.
Baca juga : Penjualan Smartphone Dunia di Q4 2020 Sebanyak 359,9 Juta Unit
Selama beberapa hari terakhir, China telah memperingatkan bahwa sanksi atau tekanan internasional hanya akan memperburuk keadaan di negara tersebut.
“Meskipun China mendapatkan keuntungan strategis dari keterasingan Myanmar dari barat, ini tidak berarti bahwa Beijing senang dengan kudeta tersebut,” papar dia.
Baca juga : Inilah Kata Uros Jurisic Hina Islam Bikin Shamil Musaev Membantingnya
“Mereka memiliki pengaturan yang cukup baik dengan NLD dan berinvestasi banyak untuk membangun hubungan dengan Aung San Suu Kyi. Kembalinya militer sebenarnya berarti China kini harus berurusan dengan institusi di Myanmar yang secara historis paling mencurigai niat China," pungkas dia.
"Sikap Beijing terhadap situasi ini konsisten dengan skeptisisme keseluruhannya terhadap intervensi internasional," ujar Sebastian Strangio, penulis dan editor Asia Tenggara di The Diplomat, kepada BBC.
Baca juga : Penjualan Smartphone Dunia di Q4 2020 Sebanyak 359,9 Juta Unit
Selama beberapa hari terakhir, China telah memperingatkan bahwa sanksi atau tekanan internasional hanya akan memperburuk keadaan di negara tersebut.
“Meskipun China mendapatkan keuntungan strategis dari keterasingan Myanmar dari barat, ini tidak berarti bahwa Beijing senang dengan kudeta tersebut,” papar dia.
Baca juga : Inilah Kata Uros Jurisic Hina Islam Bikin Shamil Musaev Membantingnya
“Mereka memiliki pengaturan yang cukup baik dengan NLD dan berinvestasi banyak untuk membangun hubungan dengan Aung San Suu Kyi. Kembalinya militer sebenarnya berarti China kini harus berurusan dengan institusi di Myanmar yang secara historis paling mencurigai niat China," pungkas dia.
(sya)
Lihat Juga :