PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
Selasa, 02 Februari 2021 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
"Ada sekitar 600.000 orang Rohingya yang tetap tinggal di Rakhine, termasuk 120.000 orang yang secara efektif dikurung di kamp, mereka tidak dapat bergerak bebas dan memiliki akses yang sangat terbatas ke layanan kesehatan dan pendidikan dasar," ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan.
“Jadi ketakutan kami adalah bahwa peristiwa tersebut dapat memperburuk situasi bagi mereka,” papar dia.
“Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara itu berencana membahas Myanmar dalam pertemuan tertutup pada Selasa,” ungkap para diplomat.
“Kami ingin mengatasi ancaman jangka panjang terhadap perdamaian dan keamanan, tentu saja bekerja sama dengan Myanmar di Asia dan negara tetangga ASEAN,” ujar Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward, presiden Dewan Keamanan PBB untuk Februari.
China, yang didukung oleh Rusia, melindungi Myanmar dari tindakan Dewan Keamanan yang tegas setelah aksi militer di Rakhine pada 2017.
China dan Rusia adalah kekuatan veto Dewan Keamanan PBB bersama Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.
Misi China di PBB mengatakan kepada Reuters bahwa mereka berharap mengetahui lebih banyak tentang perkembangan terbaru di Myanmar dari pengarahan Dewan Keamanan pada Selasa.
“Kami juga berharap bahwa setiap langkah Dewan akan kondusif bagi stabilitas Myanmar daripada membuat situasi menjadi lebih rumit,” papar juru bicara misi PBB di China.
“Jadi ketakutan kami adalah bahwa peristiwa tersebut dapat memperburuk situasi bagi mereka,” papar dia.
“Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara itu berencana membahas Myanmar dalam pertemuan tertutup pada Selasa,” ungkap para diplomat.
“Kami ingin mengatasi ancaman jangka panjang terhadap perdamaian dan keamanan, tentu saja bekerja sama dengan Myanmar di Asia dan negara tetangga ASEAN,” ujar Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward, presiden Dewan Keamanan PBB untuk Februari.
China, yang didukung oleh Rusia, melindungi Myanmar dari tindakan Dewan Keamanan yang tegas setelah aksi militer di Rakhine pada 2017.
China dan Rusia adalah kekuatan veto Dewan Keamanan PBB bersama Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.
Misi China di PBB mengatakan kepada Reuters bahwa mereka berharap mengetahui lebih banyak tentang perkembangan terbaru di Myanmar dari pengarahan Dewan Keamanan pada Selasa.
“Kami juga berharap bahwa setiap langkah Dewan akan kondusif bagi stabilitas Myanmar daripada membuat situasi menjadi lebih rumit,” papar juru bicara misi PBB di China.
Lihat Juga :