Suu Kyi Dikudeta Militer Myanmar, AS Ancam Bertindak
Senin, 01 Februari 2021 - 11:17 WIB
loading...
Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengecam kudeta militer Myanmar terhadap pemerintah sipil pimpinan Aung San Suu Kyi. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) hari ini (1/2/2021) mengancam akan bertindak setelah militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintah sipil pimpinan Daw Aung San Suu Kyi .
Washington mendesak militer Myanmar untuk segera membebaskan para pejabat tinggi yang ditahan, termasuk pemimpin de facto Daw Aung San Suu Kyi dan Presiden U Win Myint.
Baca juga: Diduga Terjadi Kudeta Militer, Suu Kyi dan Presiden Myanmar Ditangkap
Kudeta terjadi setelah berminggu-minggu meningkatnya ketegangan antara militer dan pemerintah sipil atas tuduhan kecurangan pemilu November 2020. Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), partainya Suu Kyi, adalah pemenang pemilu tersebut.
"Amerika Serikat menentang segala upaya untuk mengubah hasil pemilu baru-baru ini atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar, dan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab jika langkah-langkah ini tidak dibatalkan," ancam AS melalui juru bicara Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.
Washington mendesak militer Myanmar untuk segera membebaskan para pejabat tinggi yang ditahan, termasuk pemimpin de facto Daw Aung San Suu Kyi dan Presiden U Win Myint.
Baca juga: Diduga Terjadi Kudeta Militer, Suu Kyi dan Presiden Myanmar Ditangkap
Kudeta terjadi setelah berminggu-minggu meningkatnya ketegangan antara militer dan pemerintah sipil atas tuduhan kecurangan pemilu November 2020. Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), partainya Suu Kyi, adalah pemenang pemilu tersebut.
"Amerika Serikat menentang segala upaya untuk mengubah hasil pemilu baru-baru ini atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar, dan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab jika langkah-langkah ini tidak dibatalkan," ancam AS melalui juru bicara Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.
Lihat Juga :