Militer Jerman Kirim Staf dan Peralatan Kesehatan, Bantu Portugal Hadapi Covid-19

Senin, 01 Februari 2021 - 03:41 WIB
loading...
Militer Jerman Kirim...
Portugal, yang mengatakan hanya tinggal memiliki tujuh dari 850 tempat tidur ICU yang disiapkan untuk merawat pasien Covid-19 tersisa meminta bantuan Jerman untuk mengatasi kekurangan ini. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Militer Jerman mengatakan akan mengirim staf dan peralatan medis ke Portugal . Langkah ini diambil setelah Portugal kewalahan menghadapi gelombang baru Covid-19.

Portugal, yang mengatakan bahwa hanya tinggal tujuh dari 850 tempat tidur ICU yang disiapkan untuk merawat pasien Covid-19 tersisa. Portugal kemudian meminta bantuan pemerintah Jerman untuk mengatasi kekurangan ini. Baca juga: Suntikan Protein, Ilmuwan Jerman Membuat Tikus Lumpuh Kembali Berjalan

"Kami akan mendukung Portugal dengan staf dan peralatan medis. Rincianya akan diumumkan segera," kata Kementerian Pertahanan Jerman dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/2/2021).

Media Jerman, Spiegel mengatakan militer berencana mengirim 27 dokter dan paramedis ke Portugal dan dijadwalkan tinggal di sana selama tiga minggu. Selain itu, Jerman juga akan mengirimkan ventilator stasioner dan bergerak, serta tempat tidur lapangan untuk pasien.

Menanggapi laporan itu, Kementerian Pertahanan mengaku belum bisa segera memberikan rinciannya. Baca juga: Jerman Perpanjang Lockdown dan Pesan Vaksin Covid-19 untuk 2022

Portugal sendiri telah melaporkan 12.179 kematian akibat Covid-19 dari total711.018 kasus Covid-19 yang tercatat. Negara itu memiliki rata-rata kasus dan kematian per kapita tertinggi dalam, tujuh hari di dunia.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved