Ratusan Petani Gelar Aksi Mogok Makan, India Putus Layanan Internet

Minggu, 31 Januari 2021 - 11:42 WIB
loading...
Ratusan Petani Gelar...
Ratusan petani India melakukan mogok makan sebagai protes terhadap undang-undang pertanian yang baru. Foto/Sky News
A A A
NEW DELHI - India telah memblokir layanan internet seluler di sekitar New Delhi di mana ratusan petani melakukan mogok makan satu hari sebagai aksi protes atas undang-undang pertanian yang baru.

Kementerian Dalam Negeri India mengatakan layanan internet di tiga lokasi di pinggiran Ibu Kota telah ditangguhkan hingga Minggu (31/1/2021) pukul 11 malam untuk menjaga keamanan publik.

Otoritas India kerap memblokir layanan internet lokal ketika mereka yakin akan ada kerusuhan, meskipun tindakan tersebut tidak biasa di ibu kota.



Aksi pemerintah India ini mendapat tanggapan dari salah seorang pengunjuk rasa. Bhavesh Yadav mengatakan pemerintah telah mematikan internet untuk menghentikan lebih banyak orang berkumpul.

"Langkah ini telah diambil oleh pemerintah sehingga kami tidak dapat memanggil lebih banyak orang untuk membantu kami, karena orang-orang bertambah jumlahnya di lokasi protes ini," katanya.

"Ini membunuh demokrasi. Hak-hak rakyat ditundukkan. Ini adalah hak kami untuk mengumpulkan orang-orang di majelis kami. Namun, pemerintah berusaha untuk menekannya dengan memutus internet karena khawatir internet akan menjangkau setiap penjuru dan sudut negara," imbuhnya seperti dikutip dari Sky News.

Baca juga: Menolak Undang-undang Pertanian, Petani India Mogok Makan

Para petani di India telah menggelar aksi protes selama lebih dari dua bulan. Ini telah menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi sejak berkuasa pada 2014.

Mereka menuntut pencabutan undang-undang yang disahkan oleh parlemen India pada September lalu yang menurut mereka akan menguntungkan perusahaan besar dan merusak pendapatan banyak petani.

Pemerintah India telah menawarkan untuk menangguhkan undang-undang tersebut selama 18 bulan, tetapi para petani mengatakan mereka tidak akan mengakhiri aksi protes mereka hingga undang-undang tersebut dicabut.

Aksi protes yang dilakukan oleh para petani sebagian besar berlangsung damai. Namun kekerasan meletus pada Selasa lalu tepat pada Hari Republik India, ketika puluhan ribu petani mengendarai traktor dan berjalan kaki menyerbu monumen Benteng Merah yang bersejarah di Ibu Kota dalam pengambilalihan yang singkat namun mengejutkan.

Baca juga: Protes Ribuan Petani India Berlangsung Ricuh, Polisi Pakai Gas Air Mata

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan pemerintah menyebabkan satu orang tewas dan hampir 400 polisi terluka.

Para pemimpin petani mengatakan aksi mogok makan akhir pekan ini, yang bertepatan dengan peringatan kematian pemimpin kemerdekaan Mahatma Gandhi, akan menegaskan kembali sifat damai dari aksi protes tersebut.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Ganjar: Mau Makan Siang...
Ganjar: Mau Makan Siang Gratis atau Internet Gratis?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved