Militer Myanmar Bantah Akan Lakukan Kudeta
Sabtu, 30 Januari 2021 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pernyataannya, militer mengatakan pernyataannya adalah "untuk membuat mereka memahami situasi konstitusi."
"Tatmadaw melindungi konstitusi 2008 dan akan bertindak sesuai dengan hukum," katanya.
"Beberapa organisasi dan media mengasumsikan apa yang mereka inginkan dan menulis karena Tatmadaw akan menghapus konstitusi," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/1/2021).
Partai yang berkuasa di Myanmar, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, yang menang telak dalam pemilihan November, mengatakan pernyataan militer adalah "penjelasan yang cocok".
Juru bicara NLD Myo Nyunt mengatakan kepada Reuters bahwa partainya menginginkan militer menjadi sebuah organisasi yang menerima keinginan rakyat terkait pemilu.
Baca juga: Pemberontak Myanmar Mengaku Culik Tiga Kandidat dari Partai Berkuasa
Ketegangan politik meningkat minggu ini di Myanmar ketika seorang juru bicara militer menolak untuk mengesampingkan kudeta, hanya beberapa hari sebelum parlemen baru bersidang. Ia juga memperingatkan angkatan bersenjata dapat "mengambil tindakan" jika keluhannya tentang kecurangan pemilu tidak ditangani.
"Tatmadaw melindungi konstitusi 2008 dan akan bertindak sesuai dengan hukum," katanya.
"Beberapa organisasi dan media mengasumsikan apa yang mereka inginkan dan menulis karena Tatmadaw akan menghapus konstitusi," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/1/2021).
Partai yang berkuasa di Myanmar, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, yang menang telak dalam pemilihan November, mengatakan pernyataan militer adalah "penjelasan yang cocok".
Juru bicara NLD Myo Nyunt mengatakan kepada Reuters bahwa partainya menginginkan militer menjadi sebuah organisasi yang menerima keinginan rakyat terkait pemilu.
Baca juga: Pemberontak Myanmar Mengaku Culik Tiga Kandidat dari Partai Berkuasa
Ketegangan politik meningkat minggu ini di Myanmar ketika seorang juru bicara militer menolak untuk mengesampingkan kudeta, hanya beberapa hari sebelum parlemen baru bersidang. Ia juga memperingatkan angkatan bersenjata dapat "mengambil tindakan" jika keluhannya tentang kecurangan pemilu tidak ditangani.
Lihat Juga :