Putin Perpanjang Perjanjian Nuklir New START Antara Rusia dan AS
Sabtu, 30 Januari 2021 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian itu membatasi masing-masing pihak tidak lebih dari 700 rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dikerahkan, rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam (SLBM) dan pembom berat; tidak lebih dari 1.550 hulu ledak pada ICBM yang dikerahkan, SLBM yang dikerahkan dan pembom berat untuk persenjataan nuklir; dan total 800 peluncur ICBM yang dikerahkan dan tidak dikerahkan, peluncur SLBM, dan pembom berat.
"Memperbarui perjanjian memenuhi kepentingan nasional Federasi Rusia, memungkinkan untuk menjaga transparansi dan prediktabilitas hubungan strategis antara Rusia dan Amerika Serikat dan untuk mendukung stabilitas strategis global; itu akan memiliki efek menguntungkan pada situasi internasional, dan berkontribusi pada proses pelucutan senjata nuklir," kata Kremlin dalam pernyataan yang diterbitkan Jumat malam, seperti dilansir CNN, Sabtu (30/1/2021).
Pekan lalu, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan; "Perjanjian New START adalah untuk kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, dan perpanjangan ini bahkan lebih masuk akal ketika hubungan dengan Rusia bermusuhan, seperti saat ini."
"Itu adalah satu-satunya perjanjian yang tersisa yang membatasi kekuatan nuklir Rusia dan merupakan jangkar stabilitas strategis antara kedua negara kami," ujar Psaki.
"Memperbarui perjanjian memenuhi kepentingan nasional Federasi Rusia, memungkinkan untuk menjaga transparansi dan prediktabilitas hubungan strategis antara Rusia dan Amerika Serikat dan untuk mendukung stabilitas strategis global; itu akan memiliki efek menguntungkan pada situasi internasional, dan berkontribusi pada proses pelucutan senjata nuklir," kata Kremlin dalam pernyataan yang diterbitkan Jumat malam, seperti dilansir CNN, Sabtu (30/1/2021).
Pekan lalu, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan; "Perjanjian New START adalah untuk kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, dan perpanjangan ini bahkan lebih masuk akal ketika hubungan dengan Rusia bermusuhan, seperti saat ini."
"Itu adalah satu-satunya perjanjian yang tersisa yang membatasi kekuatan nuklir Rusia dan merupakan jangkar stabilitas strategis antara kedua negara kami," ujar Psaki.
(min)
Lihat Juga :