Nelayan Tidak Bisa Beroperasi, Korut Kekurangan Pasokan Ikan

Kamis, 28 Januari 2021 - 05:46 WIB
loading...
Nelayan Tidak Bisa Beroperasi,...
Nelayan Korea Utara beraktivitas di seberang Sungai Yalu, Sinuiju. REUTERS/Jacky Chen
A A A
PYONGYANG - Jumlah perahu penangkap cumi-cumi Korea Utara (Korut) yang beroperasi di perairan Rusia berkurang sangat drastis pada 2020. Berdasarkan penelitian lembaga nirlaba Global Fishing Watch, jumlahnya berkurang sekitar 95%, yakni dari 146.800 unit menjadi 6.600 unit, akibat adanya wabah Covid-19 .

Jumlah perahu penangkap cumi-cumi di perairan Korut sendiri juga berkurang sangat besar. Penemuan ini didasarkan pada pengamatan citra satelit dan berbagai teknologi pengawasan maritim lainnya yang dapat melacak pergerakan kapal. Pengamatan dilakukan pada Mei-November atau musim menangkap ikan.

Perahu penangkap cumi-cumi mudah dilacak dari jauh karena biasanya beroperasi pada malam hari dengan menggunakan perlengkapan lampu yang terang. Di seluruh Asia Timur, cumi-cumi amat popular. Di Korut, cumi-cumi biasanya dikonsumsi melalui proses pembakaran, pengeringan, penggorengan, dan fermentasi.

(Baca juga: Korea Utara Siapkan Kongres Partai di Tengah Meningkatnya Tantangan )

Global Fishing Watch menyatakan kapal penangkap cumi-cumi Korut kini banyak digantikan kapal China, termasuk di perairan Korut. Dengan berdesakannya kapal penangkap ikan, nelayan Korut terkadang beroperasi secara ilegal ke wilayah lain yang jauh dari rumah dan berbahaya, terkadang pulang tinggal nama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Usai Kim Se-ui Ditangkap,...
Usai Kim Se-ui Ditangkap, Kim Soo-hyun Tuntut Garo Sero Institute Ditutup Permanen
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Terungkap! Israel Sudah...
Terungkap! Israel Sudah Siapkan Perang Berhari-hari Lawan Iran, Panggil Tentara Cadangan
Rekomendasi
Ole Romeny Bawa Timnas...
Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Unggul Cepat atas Mozambik
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Infografis
Hanya 2 Kapal Perusak...
Hanya 2 Kapal Perusak Angkatan Laut Inggris yang Bisa Beroperasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved