Meski Bersatu, Republik Gagal Hadang Sidang Pemakzulan Trump

Rabu, 27 Januari 2021 - 06:51 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Pakar Nilai Keputusan Trump Tidak Beri Pengampunan Kepada Dirinya sebagai Langkah Tepat

Trump adalah satu-satunya presiden AS yang telah dimakzulkan oleh DPR dua kali dan yang pertama menghadapi persidangan setelah meninggalkan kekuasaan, dengan kemungkinan didiskualifikasi dari jabatan publik di masa depan jika terbukti bersalah oleh dua pertiga Senat AS.

Trump dibebaskan dari pemakzulan oleh Senat yang saat itu dikendalikan Partai Republik pada Februari lalu atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres yang timbul dari permintaannya agar Ukraina menyelidiki saingannya dari Partai Demokrat Joe Biden dan putranya.

DPR menyetujui satu artikel pemakzulan - setara dengan dakwaan dalam pengadilan pidana - pada 13 Januari, menuduhnya menghasut pemberontakan dengan pidato yang menghasut pendukungnya sebelum mereka menyerbu Capitol. Seorang petugas polisi dan empat orang lainnya tewas dalam penyerbuan itu.

Tapi mencapai ambang dua pertiga yang dibutuhkan untuk memakzulan Trump akan menjadi pendakian yang curam bagi Partai Demokrat. Trump tetap menjadi kekuatan yang kuat di antara Partai Republik dan para pendukungnya telah berjanji untuk mengajukan tantangan pemilu kepada anggota parlemen di partai yang mendukung hukuman tersebut.

Beberapa politisi Republik mengkritik klaim palsu Trump tentang kecurangan pemilu dan upayanya yang gagal untuk membatalkan kemenangan pemilihan Biden pada pemilu presiden 3 November lalu. Tetapi tidak ada Senator dari Partai Republik yang mengatakan secara pasti bahwa mereka berencana untuk memilih untuk menghukumnya.

Baca juga: Biden Pasrahkan Pemakzulan Trump ke Senat Meski Sudah Lengser

Meskipun Konstitusi meminta ketua hakim untuk memimpin persidangan pemakzulan presiden, namun seorang senatorlah yang akan memimpin ketika yang dimakzulkan bukanlah presiden saat ini, kata sumber Senat. Pertama kali terpilih ke majelis pada tahun 1974, Leahy (80) adalah Senator Partai Demokrat paling senior di majelis dan memegang gelar presiden Senat pro tempore.

Sembilan anggota DPR Demokrat yang akan menjabat sebagai jaksa mengatur persidangan pada hari Senin dengan menyampaikan artikel pemakzulan ke Senat.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved