WHO: Wanita Hamil Dilarang Disuntik Vaksin COVID-19 Moderna

Selasa, 26 Januari 2021 - 23:49 WIB
loading...
WHO: Wanita Hamil Dilarang...
WHO menyatakan vaksin COVID-19 tidak untuk wanita hamil. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) mengeluarkan panduan baru terkait vaksin COVID-19 keluaran Moderna . Panduan ini termasuk nasihat jika wanita hamil sebaiknya tidak disuntik vaksin keluaran perusahaan Amerika Serikat (AS) itu kecuali mereka berisiko tinggi terpapar.

Kelompok Penasihat Strategis WHO untuk Imunisasi (SAGE) mengeluarkan serangkaian rekomendasi tentang vaksin Moderna pada hari Selasa (26/1/2021), menasihati bahwa wanita hamil tidak boleh disunti vaksin Modern kecuali mereka adalah petugas kesehatan atau sangat berisiko terpapar.

“Meskipun kehamilan menempatkan wanita pada risiko lebih tinggi terkena COVID-19 parah, penggunaan vaksin ini pada wanita hamil saat ini tidak disarankan,” tulis SAGE seperti dilansir dari Russia Today.



Direktur imunisasi WHO, Kate O'Brien mengatakan, uji klinis vaksin Moderna diperlukan pada ibu hamil.

Laporan tersebut juga menekankan bahwa vaksin harus diberikan dalam dua dosis dengan interval 28 hari di antara setiap suntikan, dengan kemungkinan untuk memperpanjang interval ini hingga 42 hari jika perlu.

Laporan SAGE juga menekankan perlunya vaksin diberikan di fasilitas di mana perawatan untuk reaksi alergi sudah tersedia. Sekelompok ahli mengeluarkan panduan tentang vaksin saingannya Pfizer/BioNTech beberapa minggu lalu.

Baca juga: Moderna Yakin Vaksinnya Dapat Melawan Varian Baru Covid-19

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Komite Penasihat Independen untuk Praktik Imunisasi mengatakan bahwa tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa vaksin Moderna dan Pfizer cocok atau tidak untuk wanita hamil, karena keduanya tidak mengandung virus itu sendiri dan karenanya tidak dapat menyebabkan COVID-19 tetapi data yang tersedia tidak mencukupi untuk membuat keputusan.

Pedoman terbaru dari Public Health England mendukung posisi ini, yang menyatakan bahwa: “Vaksin COVID-19 awal tidak mengandung organisme yang dapat berkembang biak di dalam tubuh, sehingga tidak dapat menginfeksi bayi yang belum lahir di dalam rahim.”

Baca juga: Moskow Berharap WHO Segera Sertifikasi Vaksin Covid-19 Rusia
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved