Langgar Perintah Karantina, Pilot AS Dijebloskan ke Penjara

Sabtu, 16 Mei 2020 - 04:55 WIB
loading...
Langgar Perintah Karantina,...
Pilot asal AS, Dugan Yeargan (44), dijebloskan ke penjara setelah melanggar aturan karantina yang diberlakukan di Singapura. Foto/VOA
A A A
SINGAPURA - Seorang pilot pesawat kargo asal Amerika Serikat (AS) harus merasakan dinginnya lantai penjara setelah melanggar perintah karantina. Ia menjadi orang asing pertama yang dipenjara di Singapura karena melanggar pembatasan yang dimaksudkan untuk membendung penyebaran virus Corona.

"Pilot FedEx Brian Dugan Yeargan (44) dari Alaska dijatuhi hukuman empat minggu pada Rabu setelah ia mengaku meninggalkan kamar hotelnya selama tiga jam untuk membeli masker dan termometer," kata pengacaranya Ronnie Tan seperti dikutip dari AP, Sabtu (16/5/2020).

Tan mengatakan Yeargan dan dua pilot lainnya dibawa ke hotel bandara untuk menjalani karantina selama 14 hari setelah tiba dari Sydney pada 3 April lalu.

"Itu diperlukan karena mereka menyatakan dalam pernyataan kesehatannya bahwa mereka telah mengunjungi China, Hong Kong, Makau, Jepang dan Amerika Serikat dalam periode dua minggu sebelum kedatangan mereka," ujar Tan.

Pejabat kesehatan yang memeriksa Yeargan mendapatinya hilang dari kamarnya pada 5 April. Yeargan mengatakan kepada pengadilan bahwa dia naik kereta api di pusat kota untuk membeli termometer dan beberapa kotak masker sebelum kembali pulang pada 6 April.

Tan mengatakan Yeargan membutuhkan barang-barang itu karena persediaannya di rumah kurang dan istrinya sakit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Tumbangkan Kanada, Maroko...
Tumbangkan Kanada, Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
Berita Terkini
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved