Diungkap Navalny, Gadis Glamor Ini Diduga Anak 'Cinta Rahasia' Putin
Jum'at, 22 Januari 2021 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
“Dia bahkan bisa memiliki 20 keluarga jika dia mau, itu bukan urusan kita. Hubungannya yang kacau dibayar dengan suap dan korupsi," tuduh Navalnya.
“Dapatkan ini—ada 20 juta pengemis di negara ini, dan dia membeli kapal pesiar untuk kekasih gelapnya.”
Navalny selanjutnya mengklaim bahwa keberuntungan yang membanjiri Luiza dan Ibunya adalah "hal sepele" dibandingkan dengan pendanaan dari cintanya saat ini, mantan pesenam seksi Alina Kabaeva, 37.
"Miliaran uang yang dicuri dihabiskan untuk mendukung wanita lain Putin," kata Navalny.
Dia mengklaim nenek Kabaeva diberi apartemen mewah di St Petersburg oleh Gennady Timchenko, seorang teman oligarki Putin—kemudian diberi dua rumah lagi.
Alina juga sekarang mengendalikan surat kabar dan stasiun televisi utama di Rusia sebagai ketua National Media Group—yang dimiliki oleh penguasa dekat Putin lainnya, Yury Kovalchuk.
"Kabaeva adalah yang terbaik di dunia dalam melompat dengan bola dan pita. Tapi dia tidak akan bisa mengelola perusahaan televisi dan surat kabar jika bukan karena hubungannya dengan Putin," kata Navalny.
Gaji resmi Alina disebut £7,8 juta.
Klaim baru tentang kehidupan pribadi Putin meledak secara online kemarin ketika istri Navalny Yulia, 44, mengklaim dia diawasi di Moskow oleh petugas polisi.
Menyinggung zaman Joseph Stalin, dia mem-posting: “Saya diikuti sebagai istri musuh negara. Tahun 1937 telah tiba, dan kami bahkan tidak menyadarinya."
Baca juga : Kisah Sayyidah Fathimah Az-Zahra dan Baju dari Surga
Navalny diperintahkan untuk ditahan selama 30 hari pada hari Minggu setelah ditangkap di pemeriksaan paspor Moskow beberapa menit setelah tiba dari Berlin.
Dia menghadapi lebih banyak waktu penjara atas tuduhan penyalahgunaan dana—dan 10 tahun jika kasus pengkhianatan dan kolusi dengan CIA Amerika Serikat diajukan terhadapnya.
Navalnya, yang juga seorang pengacara dan juru kampanye anti-korupsi, merilis serangan video baru dari gudang rekaman yang direkam sebelum dia ditangkap setelah tiba kembali dari Berlin pada hari Minggu.
Dia melarikan diri ke Jerman setelah mengeklaim menjadi korban serangan racun Novichok yang hampir fatal di Siberia Agustus lalu—tetapi kembali ke negaranya dan bertekad menantang Putin, orang paling kuat di Rusia.
“Dapatkan ini—ada 20 juta pengemis di negara ini, dan dia membeli kapal pesiar untuk kekasih gelapnya.”
Navalny selanjutnya mengklaim bahwa keberuntungan yang membanjiri Luiza dan Ibunya adalah "hal sepele" dibandingkan dengan pendanaan dari cintanya saat ini, mantan pesenam seksi Alina Kabaeva, 37.
"Miliaran uang yang dicuri dihabiskan untuk mendukung wanita lain Putin," kata Navalny.
Dia mengklaim nenek Kabaeva diberi apartemen mewah di St Petersburg oleh Gennady Timchenko, seorang teman oligarki Putin—kemudian diberi dua rumah lagi.
Alina juga sekarang mengendalikan surat kabar dan stasiun televisi utama di Rusia sebagai ketua National Media Group—yang dimiliki oleh penguasa dekat Putin lainnya, Yury Kovalchuk.
"Kabaeva adalah yang terbaik di dunia dalam melompat dengan bola dan pita. Tapi dia tidak akan bisa mengelola perusahaan televisi dan surat kabar jika bukan karena hubungannya dengan Putin," kata Navalny.
Gaji resmi Alina disebut £7,8 juta.
Klaim baru tentang kehidupan pribadi Putin meledak secara online kemarin ketika istri Navalny Yulia, 44, mengklaim dia diawasi di Moskow oleh petugas polisi.
Menyinggung zaman Joseph Stalin, dia mem-posting: “Saya diikuti sebagai istri musuh negara. Tahun 1937 telah tiba, dan kami bahkan tidak menyadarinya."
Baca juga : Kisah Sayyidah Fathimah Az-Zahra dan Baju dari Surga
Navalny diperintahkan untuk ditahan selama 30 hari pada hari Minggu setelah ditangkap di pemeriksaan paspor Moskow beberapa menit setelah tiba dari Berlin.
Dia menghadapi lebih banyak waktu penjara atas tuduhan penyalahgunaan dana—dan 10 tahun jika kasus pengkhianatan dan kolusi dengan CIA Amerika Serikat diajukan terhadapnya.
Navalnya, yang juga seorang pengacara dan juru kampanye anti-korupsi, merilis serangan video baru dari gudang rekaman yang direkam sebelum dia ditangkap setelah tiba kembali dari Berlin pada hari Minggu.
Dia melarikan diri ke Jerman setelah mengeklaim menjadi korban serangan racun Novichok yang hampir fatal di Siberia Agustus lalu—tetapi kembali ke negaranya dan bertekad menantang Putin, orang paling kuat di Rusia.
(min)
Lihat Juga :