Dehumanisasi Wanita Uighur, Twitter Gembok Akun Kedubes China
Jum'at, 22 Januari 2021 - 01:44 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya lengser, salah satu tindakan terakhir pemerintahan Trump minggu ini adalah menyatakan bahwa kebijakan dan tindakan China terkait Muslim dan etnis minoritas di wilayah Xinjiang barat merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.
Baca juga: Pemerintahan Trump Sebut Represi China pada Uighur sebagai Genosida
Alasan utama deklarasi itu adalah pengendalian kelahiran secara paksa terhadap etnis Uighur, yang didokumentasikan oleh The Associated Press tahun lalu. Alasan lain yang dikutip, kerja paksa Uighur, juga dikaitkan oleh pelaporan AP ke berbagai produk yang diimpor ke AS, termasuk pakaian dan barang elektronik seperti kamera dan monitor komputer.
Tetapi pada hari Rabu, sehari setelah Menteri Luar Negeri AS saat itu Mike Pompeo mengklasifikasikan tindakan China sebagai genosida, Kementerian Luar Negeri China menggambarkan Pompeo sebagai badut hari kiamat dan mengatakan tudingan itu hanyalah sepotong kertas sampah.
Baca juga: Dituding Lakukan Genosida Terhadap Uighur, China Sebut Pompeo Keterlaluan
Baca juga: Pemerintahan Trump Sebut Represi China pada Uighur sebagai Genosida
Alasan utama deklarasi itu adalah pengendalian kelahiran secara paksa terhadap etnis Uighur, yang didokumentasikan oleh The Associated Press tahun lalu. Alasan lain yang dikutip, kerja paksa Uighur, juga dikaitkan oleh pelaporan AP ke berbagai produk yang diimpor ke AS, termasuk pakaian dan barang elektronik seperti kamera dan monitor komputer.
Tetapi pada hari Rabu, sehari setelah Menteri Luar Negeri AS saat itu Mike Pompeo mengklasifikasikan tindakan China sebagai genosida, Kementerian Luar Negeri China menggambarkan Pompeo sebagai badut hari kiamat dan mengatakan tudingan itu hanyalah sepotong kertas sampah.
Baca juga: Dituding Lakukan Genosida Terhadap Uighur, China Sebut Pompeo Keterlaluan
(ber)
Lihat Juga :