Minta Biden Kembali ke Perjanjian Nuklir, Rouhani: Era Tirani Telah Berakhir

Rabu, 20 Januari 2021 - 18:37 WIB
loading...
Minta Biden Kembali...
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/Al Jazeera
A A A
TEHERAN - Presiden Iran , Hassan Rouhani, meminta Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015 yang ditanggalkan oleh pendahulunya Presiden Donald Trump . Ia pun menyambut berakhirnya masa pemerintahan Trump yang disebutnya sebagai era tirani.

"Sebuah era tiran telah berakhir dan hari ini adalah hari terakhir dari pemerintahannya yang tidak menyenangkan. Seseorang yang selama empat tahun hidupnya tidak menghasilkan buah selain ketidakadilan dan korupsi dan menyebabkan masalah bagi rakyatnya sendiri dan dunia," kata Rouhani seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (20/1/2021).

Berbicara lebih lanjut, presiden Iran berjanji untuk menerapkan kewajiban berdasarkan perjanjian nuklir 2015, yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), jika Washington juga kembali pada kesepakatan.



"Bola ada di pengadilan AS sekarang. Jika Washington kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015, kami juga akan sepenuhnya menghormati komitmen kami di bawah pakta tersebut," kata Rouhani dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi.

“Hari ini, kami mengharapkan pemerintahan AS yang akan datang untuk kembali ke aturan hukum dan berkomitmen, dan jika mereka bisa, dalam empat tahun ke depan, untuk menghilangkan semua titik hitam dari empat tahun sebelumnya,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters.

Minta Biden Kembali ke Perjanjian Nuklir, Rouhani: Era Tirani Telah Berakhir


JCPOA ditandatangani pada 2015 oleh Iran, China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris Raya, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa. Kesepakatan itu menetapkan pencabutan sanksi internasional dari Teheran sebagai imbalan untuk mengekang program nuklirnya.

Setelah AS mencabut dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, Teheran mulai secara bertahap meninggalkan komitmennya sendiri berdasarkan kesepakatan tersebut, khususnya yang berkaitan dengan tingkat pengayaan uranium dan penyediaan akses ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Biden tampaknya melihat kembalinya kesepakatan itu sebagai awal pembicaraan yang lebih luas tentang pekerjaan nuklir Iran, rudal balistiknya, dan kegiatan regionalnya. Tetapi Teheran telah mengesampingkan penghentian program rudalnya atau mengubah kebijakan regionalnya.

Baca juga: Hadapi Pemerintahan Biden, Iran Akan Adopsi Kebijakan 'Aksi Lawan Aksi'

Calon menteri luar negeri kabinet Biden, Antony Blinken, mengatakan kepada panel Senat bahwa AS akan membalas dengan baik kepatuhan Iran yang dilanjutkan dengan kesepakatan nuklir dan kemudian akan mencari kesepakatan yang lebih luas yang juga akan mencakup program rudal Teheran.

Sedangkan pilihan Biden untuk memimpin Pentagon, pensiunan Jenderal Angkatan Darat Lloyd Austin, mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran merupakan ancaman bagi sekutu Amerika di kawasan dan pasukan yang ditempatkan di Timur Tengah.

Baca juga: Tuding Iran Buat Senjata Nuklir, Prancis Desak Perjanjian Nuklir Dihidupkan Kembali
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Pengembangan Sektor...
Pengembangan Sektor Maritim di Indonesia Butuh Data yang Komprehensif
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved