Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara

Selasa, 19 Januari 2021 - 16:50 WIB
loading...
Belum Bayar Iuran PBB,...
Iran, bersama enam negara lain, terancam kehilangan hak suara karena belum membayar iuran PBB. Foto/The New Mail
A A A
NEW YORK - Iran , bersama enam negara lainnya, terancam kehilangan hak mereka untuk memberikan suara di Majelis Umum PBB karena belum membayar iuran. Hal itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.

Piagam PBB menyerukan penangguhan hak suara bagi negara-negara yang tunggakannya sama atau melebihi jumlah kontribusi yang harus dibayarkan ke kas PBB dalam dua tahun sebelumnya.

"Enam negara lainnya adalah Niger, Libya, Republik Afrika Tengah, Kongo Brazzaville, Sudan Selatan dan Zimbabwe," kata Guterres dalam sebuah surat kepada presiden Majelis Umum, Volkan Bozkir dari Turki, seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (19/1/2021).



Surat tersebut menjelaskan jumlah yang dapat dibayar setiap negara, selain total hutang mereka, untuk memulihkan hak mereka untuk memilih.

Iran, misalnya, perlu membayar setidaknya USD16,2 juta.

Anggaran PBB sekitar USD3,2 miliar per tahun. Anggaran untuk operasi penjaga perdamaian terpisah dan berjumlah sekitar USD6,5 miliar.

Baca juga: Iran akan Usir Pengawas Nuklir PBB Hingga Sanksi Dicabut

Sementara itu, Iran dilaporkan mengancam akan melaporkan Amerika Serikat (AS) ke Mahkamah Internasional karena kerap melecehkan diplomat Teheran. Iran menuturkan bahwa mereka telah secara resmi memberitahu Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan mengajukan keluhan kepada Mahkamah Internasional atas "tindakan ilegal" Washington terhadap diplomat Iran yang bekerja di luar negeri.

"Pemerintah AS telah lama menganiaya diplomat Iran dan keluarganya di organisasi internasional di AS melanggar hukum internasional, dan tindakan ini telah mengganggu pekerjaan diplomat Iran di beberapa negara," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh.

Baca juga: Diplomatnya Kerap 'Dilecehkan', Iran Ancam Laporkan AS ke Mahkamah Internasional
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Jepang Terancam Kehilangan...
Jepang Terancam Kehilangan Pemain Arsenal untuk Piala Asia 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved