Ilmuwan Whistleblower Covid-19 AS Beber Respons Kacau Pemerintah Trump

Jum'at, 15 Mei 2020 - 15:29 WIB
loading...
Ilmuwan Whistleblower...
Rick Bright (kiri), seorang ilmuwan yang dipecat dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Erin Scott
A A A
WASHINGTON - Rick Bright, seorang ilmuwan yang dipecat dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat (AS) bulan lalu, mengungkap kacaunya pemerintah Donald Trump dalam merespons pandemi Covid-19 .

Kepada Kongres Amerika hari Kamis, ilmuwan whistleblower itu membongkar betapa amburadulnya pemerintah dalam menangani pandemi penyakit yang disebabkan virus corona baru; SARS-CoV-2.

"Saya tidak akan pernah melupakan email yang saya terima dari Mike Bowen yang menunjukkan bahwa...persediaan masker kami, persediaan respirator N95 kami, benar-benar hancur," kata Bright saat bersaksi di depan subkomite Komite Kongres untuk Energi dan Perdagangan.

"Dan dia (Mike Bowen) berkata; 'Kita berada di dalam dunia ini. Dan kita harus bertindak'," kenang Bright. "Dan saya mendorong itu ke tingkat tertinggi yang saya bisa di HHS (Layanan Kesehataan Nasional) dan tidak mendapat tanggapan," papar ilmuwan yang dipecat tersebut, seperti dikutip Business Insider, Jumat (15/5/2020). (Baca: AS Gila-gilaan Bikin Senjata Nuklir, tapi Tak Berdaya Lawan Covid-19 )

“Sejak saat itu, saya tahu bahwa kami akan mengalami krisis untuk petugas kesehatan kami, karena kami tidak mengambil tindakan. Kami sudah berada di belakang bola. Itu adalah jendela kesempatan terakhir kami untuk mengaktifkan produksi (peralatan medis) itu untuk menyelamatkan nyawa para petugas kesehatan, dan kami tidak bertindak," katanya.

Bright, menurut The New York Times, mengatakan dia dipecat sebagai direktur Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan (BARDA) Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan karena menolak seruan Gedung Putih untuk menggunakan obat malaria hydroxychloroquine sebagai obat untuk Covid-19 . Masih kurang bukti bahwa itu sebagai obat ampuh untuk Covid-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Israel Balas Serang...
Israel Balas Serang Iran, Teheran Diguncang Ledakan
Rekomendasi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Bukan Sekadar Cantik,...
Bukan Sekadar Cantik, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Surabaya Tunjukkan Kualitas dan Bakat
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Berita Terkini
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved