Korut Pamerkan Rudal Baru, Mampu Diluncurkan dari Kapal Selam

Jum'at, 15 Januari 2021 - 07:32 WIB
loading...
Korut Pamerkan Rudal...
Korea Utara (Korut) memamerkan rudal baru yang mampu diluncurkan dari kapal selam. Foto/Reuters
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) memamerkan rudal balistik baru yang diyakini dapat diluncurkan dari kapal selam (SLBM). Rudal tersebut ditampilkan pada parade Kamis malam, menutup pertemuan politik selama seminggu dengan unjuk kekuatan militer.

Para pejabat Korut telah bertemu di Pyongyang untuk kongres partai pertama sejak 2016.

Foto oleh media pemerintah menunjukkan pemimpin Korut, Kim Jong-un, tampak hadir dalam acara tersebut. Dibalut mantel kulit dan topi bulu, diktator muda Korut itu tampak tersenyum dan melambaikan tangan. Ia mengawasi pawai itu di Lapangan Kim Il-sung di Pyongyang.



Parade tersebut menampilkan barisan tentara yang berbaris, serta berbagai perangkat keras militer termasuk tank dan peluncur roket.

Diakhir parade, sejumlah varian baru dari apa yang dikatakan para analis tampaknya merupakan rudal balistik jarak pendek dan SLBM meluncur ke alun-alun dengan truk.

"Senjata paling kuat di dunia, rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam, memasuki alun-alun satu demi satu, dengan kuat menunjukkan kekuatan angkatan bersenjata revolusioner," kantor berita KCNA melaporkan seperti dinukil dari Reuters, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Jong-un Lempar Tantangan ke Biden, Korut Siap Konfrontasi dengan AS

Korut telah melakukan uji coba beberapa SLBM dari bawah air, dan para analis mengatakan sedang berusaha mengembangkan kapal selam untuk membawa rudal tersebut.

Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah Korut menunjukkan SLBM diberi label Pukguksong-5, berpotensi menandai peningkatan dari Pukguksong-4 yang diresmikan pada parade militer yang lebih besar pada bulan Oktober lalu.

Baca juga: Korea Utara Pamerkan Rudal Balistik Antar Benua 'Monster'

"Rudal baru pasti terlihat lebih panjang," kata Michael Duitsman, seorang peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS) yang berbasis di California, di Twitter.

Tidak seperti parade Oktober lalu, acara hari Kamis itu tidak menampilkan rudal balistik antarbenua (ICBM) terbesar Korut, yang diyakini dapat mengirimkan hulu ledak nuklir ke mana pun di Amerika Serikat.

"Pawai itu sendiri tidak dimaksudkan untuk menjadi aksi provokasi tetapi merupakan tanda mengkhawatirkan dari prioritas Pyongyang," kata Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha di Seoul.

"Perekonomian sangat tegang akibat pandemi penutupan perbatasan, salah urus kebijakan dan sanksi internasional," ujarnya.

"Terlepas atau mungkin karena ini, Kim Jong-un merasa perlu untuk mengabdikan sumber daya yang langka untuk tampilan politik-militer lainnya," ulasnya.

Baca juga: Kim Jong-un Berniat Bangun Kekuatan Militer

Pada hari Rabu, Kim Yo-jong, saudara perempuan Kim Jong-un dan anggota Komite Sentral partai yang berkuasa, mengkritik militer Korea Selatan (Korsel) karena mengatakan telah mendeteksi tanda-tanda parade di Pyongyang pada hari Minggu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved