Tanpa Bukti, Mike Pompeo Tuding Iran Jadi Pangkalan Baru Al-Qaeda
Rabu, 13 Januari 2021 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada yang bakal tertipu," tweet Mohammad Javad Zarif. “Semua teroris 11/9 datang dari tujuan favorit @SecPompeo (Timur Tengah),” tambahnya. “TIDAK ADA (yang) dari Iran,” tegasnya.
Menanggapi tuduhan terbaru Pompeo, penasihat presiden AS terpilih Joe Biden percaya bahwa pemerintahan Trump berusaha mempersulit pemerintahan berikutnya untuk berhubungan dan bergabung kembali ke dalam kesepakatan nuklir Iran. Donald Trump menarik AS dari perjanjian tersebut pada tahun 2018 dan sejak itu berusaha untuk menghancurkannya sama sekali dengan menjatuhkan sanksi baru.
Dalam upaya memblokir pemerintahan Biden untuk bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir 2015, tim Trump yang yang akan lengser memiliki sekutu perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurut seorang reporter Politico, malam sebelum pidatonya, Pompeo terlihat keluar untuk makan malam di restoran Georgetown dengan kepala Mossad, Yossi Cohen.
“Akan sangat sulit untuk mengatakan seperti yang dilakukan Pompeo bahwa al-Qaeda telah menemukan 'pangkalan baru' di Iran, karena itu bukan 'baru', juga bukan 'pangkalan' yang tetap di wilayah perbatasan Pakistan/Afghanistan," kata Peter Bergen, seorang ahli al-Qaida di lembaga thinktank New America.
“Setelah 11/9 sejumlah pemimpin al-Qaida dan beberapa anggota keluarga Bin Laden pindah ke Iran. Di sana mereka menghabiskan satu dekade di bawah berbagai bentuk tahanan rumah,” ungkap Bergen.(Baca juga: AS Tuduh Iran Punya Hubungan 'Gelap' dengan Al-Qaeda )
“Setelah al-Qaida menculik seorang diplomat Iran di Pakistan pada tahun 2008, Iran dan al-Qaeda mulai secara diam-diam merundingkan pertukaran tahanan yang melibatkan pembebasan anggota keluarga Bin Laden dan juga beberapa anggota al-Qaeda dan pada tahun 2010 sejumlah dari mereka dibebaskan. Beberapa tetap tinggal meskipun tidak jelas siapa, karena beberapa mungkin telah pindah ke Suriah atau tempat lain," tuturnya.
Menanggapi tuduhan terbaru Pompeo, penasihat presiden AS terpilih Joe Biden percaya bahwa pemerintahan Trump berusaha mempersulit pemerintahan berikutnya untuk berhubungan dan bergabung kembali ke dalam kesepakatan nuklir Iran. Donald Trump menarik AS dari perjanjian tersebut pada tahun 2018 dan sejak itu berusaha untuk menghancurkannya sama sekali dengan menjatuhkan sanksi baru.
Dalam upaya memblokir pemerintahan Biden untuk bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir 2015, tim Trump yang yang akan lengser memiliki sekutu perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurut seorang reporter Politico, malam sebelum pidatonya, Pompeo terlihat keluar untuk makan malam di restoran Georgetown dengan kepala Mossad, Yossi Cohen.
“Akan sangat sulit untuk mengatakan seperti yang dilakukan Pompeo bahwa al-Qaeda telah menemukan 'pangkalan baru' di Iran, karena itu bukan 'baru', juga bukan 'pangkalan' yang tetap di wilayah perbatasan Pakistan/Afghanistan," kata Peter Bergen, seorang ahli al-Qaida di lembaga thinktank New America.
“Setelah 11/9 sejumlah pemimpin al-Qaida dan beberapa anggota keluarga Bin Laden pindah ke Iran. Di sana mereka menghabiskan satu dekade di bawah berbagai bentuk tahanan rumah,” ungkap Bergen.(Baca juga: AS Tuduh Iran Punya Hubungan 'Gelap' dengan Al-Qaeda )
“Setelah al-Qaida menculik seorang diplomat Iran di Pakistan pada tahun 2008, Iran dan al-Qaeda mulai secara diam-diam merundingkan pertukaran tahanan yang melibatkan pembebasan anggota keluarga Bin Laden dan juga beberapa anggota al-Qaeda dan pada tahun 2010 sejumlah dari mereka dibebaskan. Beberapa tetap tinggal meskipun tidak jelas siapa, karena beberapa mungkin telah pindah ke Suriah atau tempat lain," tuturnya.
Lihat Juga :