Israel 'Matikan' Skuadron F-16, Fokus pada Jet Siluman F-35
Jum'at, 15 Mei 2020 - 09:45 WIB
loading...
A
A
A
Oktober akan menandai berakhirnya skuadron ke-117, skuadron yang dibentuk tahun 1953 dan terlibat dalam setiap perang besar dalam sejarah Israel .
"Skuadron (ke-117) adalah yang pertama di dunia yang menembak jatuh pesawat musuh dengan F-16 (pada 1981), dan yang pertama di dunia yang menembak jatuh MiG-23 (pada 1982)," bunyi keterangan militer Israel tentang riwayat Skuadron ke-117.
Skuadron F-16 pernah terlibat dalam "Operation Opera", sebuah serangan udara kontroversial tahun 1981 yang dilakukan oleh IAF pada reaktor nuklir Irak selama tahap konstruksi. Namun, Norkin mencatat bahwa tingkat "warisan agung" Skuadron ke-117 tidak sepenuhnya diketahui oleh publik, karena warisannya mencakup sejumlah operasi rahasia. (Baca juga: Israel-AS Latihan Jet Tempur F-35 di Tengah Pandemi COVID-19 )
F-16A Netz "243" Angkatan Udara Israel adalah pesawat yang diterbangkan oleh Kolonel Ilan Ramon dalam "Operation Opera". Ini adalah yang kedelapan dan terakhir menjatuhkan bomnya ke reaktor nuklir Irak.
Komandan IAF menyatakan bahwa ketika Rencana Momentum dilaksanakan, IAF akan menjadi lebih ramping dan terus mengembangkan kekuatan udara yang relevan dan berpengaruh.
"Skuadron (ke-117) adalah yang pertama di dunia yang menembak jatuh pesawat musuh dengan F-16 (pada 1981), dan yang pertama di dunia yang menembak jatuh MiG-23 (pada 1982)," bunyi keterangan militer Israel tentang riwayat Skuadron ke-117.
Skuadron F-16 pernah terlibat dalam "Operation Opera", sebuah serangan udara kontroversial tahun 1981 yang dilakukan oleh IAF pada reaktor nuklir Irak selama tahap konstruksi. Namun, Norkin mencatat bahwa tingkat "warisan agung" Skuadron ke-117 tidak sepenuhnya diketahui oleh publik, karena warisannya mencakup sejumlah operasi rahasia. (Baca juga: Israel-AS Latihan Jet Tempur F-35 di Tengah Pandemi COVID-19 )
F-16A Netz "243" Angkatan Udara Israel adalah pesawat yang diterbangkan oleh Kolonel Ilan Ramon dalam "Operation Opera". Ini adalah yang kedelapan dan terakhir menjatuhkan bomnya ke reaktor nuklir Irak.
Komandan IAF menyatakan bahwa ketika Rencana Momentum dilaksanakan, IAF akan menjadi lebih ramping dan terus mengembangkan kekuatan udara yang relevan dan berpengaruh.
(min)
Lihat Juga :