AS Tolak Rilis Dokumen Serangan Teroris 9/11, Alasannya Rahasia
Jum'at, 17 April 2020 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
"Panjang yang luar biasa yang akan mereka tuju di sini menunjukkan bahwa pasti ada rahasia yang dalam dan kelam bahwa mereka masih berusaha keras untuk bersembunyi setelah hampir 20 tahun," kata Steven Pounian, seorang pengacara yang mewakili keluarga korban serangan 9/11 kepada ProPublica, yang dikutip Sputniknews, Jumat (17/4/2020).
"Tapi siapa yang mereka lindungi? Sesuatu mungkin menjadi rahasia pemerintah Saudi. Tapi bagaimana ini bisa menjadi rahasia yang masih harus disimpan dari orang-orang Amerika setelah sekian lama?," lanjut pengacara tersebut.
Permintaan rilis dokumen menjadi bagian dari gugatan keluarga korban tahun 2017 terhadap Arab Saudi. Pada hari serangan, 19 pembajak dari kelompok teroris al-Qaeda mengambil alih empat pesawat AS dan menerbangkannya ke tiga bangunan; dua menara World Trade Center di New York, yang kemudian runtuh, dan Pentagon di Arlington, Virginia, yang sebagian terbakar. Pesawat keempat jatuh dari langit di atas Pennsylvania ketika para penumpang berusaha untuk mengambil alih kendali.
September lalu, Barr mengizinkan keluarga korban mempelajari nama rahasia salah satu kaki tangan pembajak, tetapi hanya di bawah sumpah kerahasiaan yang ketat.
"Tapi siapa yang mereka lindungi? Sesuatu mungkin menjadi rahasia pemerintah Saudi. Tapi bagaimana ini bisa menjadi rahasia yang masih harus disimpan dari orang-orang Amerika setelah sekian lama?," lanjut pengacara tersebut.
Permintaan rilis dokumen menjadi bagian dari gugatan keluarga korban tahun 2017 terhadap Arab Saudi. Pada hari serangan, 19 pembajak dari kelompok teroris al-Qaeda mengambil alih empat pesawat AS dan menerbangkannya ke tiga bangunan; dua menara World Trade Center di New York, yang kemudian runtuh, dan Pentagon di Arlington, Virginia, yang sebagian terbakar. Pesawat keempat jatuh dari langit di atas Pennsylvania ketika para penumpang berusaha untuk mengambil alih kendali.
September lalu, Barr mengizinkan keluarga korban mempelajari nama rahasia salah satu kaki tangan pembajak, tetapi hanya di bawah sumpah kerahasiaan yang ketat.
(min)
Lihat Juga :