Negara-negara yang Terpaksa Berganti Nama, Cek Alasannya
Minggu, 10 Januari 2021 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Transyordania sebenarnya sudah diakui sejak September 1922. Hal ini karena sudah mendapat mandat dari pasukan Inggris dan 1946 Transyordania diberikan kemerdekaan. Lalu pada 1946 pihak berwenang memutuskan untuk merubah nama negara ini menjadi Kerajaan Hashimiyah Transyordania.
Pada 1949, negara ini kembali merubah nama menjadi Kerajaan Hasyimiyah Jordania atau lebih dikenal dengan nama “Jordania”. Hal ini karena negara itu sudah diperintah sejak Kerajaan Hashimiyah oleh Dinasti Hasyimiyah. Hashimiyah sendiri merujuk kepada para keluarga dan keturunan kerajaan, sedangkan Jordania adalah nama lain yang merujuk kepada sebuah kawasan geografis bernama Sungai Jordania.
10. Abyssinia Menjadi Ethiopia
![Negara-negara yang Terpaksa Berganti Nama, Cek Alasannya]()
Nama yang terdengar romantis ini sebenarnya nama dari Arab dan Eropa untuk Ethiopia seratus tahun lalu. Dalam 'perebutan Afrika' pada akhir abad ke-19, Italia mencoba merebutnya, tetapi tidak dapat menggulingkan monarki. Kenyataannya, negara itu tidak pernah dijajah dan merupakan salah satu dari sedikit negara merdeka di Afrika sampai orang-orang Italia di bawah Mussolini sebentar menduduki di akhir 1930-an.
11. Zaire Menjadi Republik Demokratik Kongo
![Negara-negara yang Terpaksa Berganti Nama, Cek Alasannya]()
Negara ini sering melakukan pergantian nama, ada beberapa nama pernah digunakan negara ini dengan alasan kemerdekaan. Nama-nama seperti Negara Bebas Kongo, Kongo-Leopoldville, Kongo Belgia, Republik Kongo dan Republik Zaire pernah menjadi nama negara ini. (Baca juga: Jejak 10 Pemimpin Dunia Jinakkan Lawan Politik)
12. Upper Volta Menjadi Burkina Faso
![Negara-negara yang Terpaksa Berganti Nama, Cek Alasannya]()
Nama lain dari Burkina Faso adalah Upper Volta yang berarti Volta Atas. Nama Volta Atas sendiri sebenarnya berasal dari Kolonial Prancis yang berasal dari sungai Voltar yang mengalir di sepanjang negeri ini.
13. Swaziland Menjadi eSwatini
![Negara-negara yang Terpaksa Berganti Nama, Cek Alasannya]()
Lima puluh tahun setelah kemerdekaan Swaziland dari Inggris, Raja Mswati III mengumumkan pada April 2018 bahwa negara kecil itu akan "kembali ke nama aslinya", eSwatini, yang berarti "tanah Swazi".
Pengumuman dari raja absolut terakhir di Afrika itu mengejutkan bangsanya. Perubahan nama ini sempat jadi perdebatan. Sebagian warga sempat tidak setuju dengan nama sebelumnya karena menggunakan bahasa campuran Swazi dan Inggris.
Pada 1949, negara ini kembali merubah nama menjadi Kerajaan Hasyimiyah Jordania atau lebih dikenal dengan nama “Jordania”. Hal ini karena negara itu sudah diperintah sejak Kerajaan Hashimiyah oleh Dinasti Hasyimiyah. Hashimiyah sendiri merujuk kepada para keluarga dan keturunan kerajaan, sedangkan Jordania adalah nama lain yang merujuk kepada sebuah kawasan geografis bernama Sungai Jordania.
10. Abyssinia Menjadi Ethiopia

Nama yang terdengar romantis ini sebenarnya nama dari Arab dan Eropa untuk Ethiopia seratus tahun lalu. Dalam 'perebutan Afrika' pada akhir abad ke-19, Italia mencoba merebutnya, tetapi tidak dapat menggulingkan monarki. Kenyataannya, negara itu tidak pernah dijajah dan merupakan salah satu dari sedikit negara merdeka di Afrika sampai orang-orang Italia di bawah Mussolini sebentar menduduki di akhir 1930-an.
11. Zaire Menjadi Republik Demokratik Kongo

Negara ini sering melakukan pergantian nama, ada beberapa nama pernah digunakan negara ini dengan alasan kemerdekaan. Nama-nama seperti Negara Bebas Kongo, Kongo-Leopoldville, Kongo Belgia, Republik Kongo dan Republik Zaire pernah menjadi nama negara ini. (Baca juga: Jejak 10 Pemimpin Dunia Jinakkan Lawan Politik)
12. Upper Volta Menjadi Burkina Faso

Nama lain dari Burkina Faso adalah Upper Volta yang berarti Volta Atas. Nama Volta Atas sendiri sebenarnya berasal dari Kolonial Prancis yang berasal dari sungai Voltar yang mengalir di sepanjang negeri ini.
13. Swaziland Menjadi eSwatini

Lima puluh tahun setelah kemerdekaan Swaziland dari Inggris, Raja Mswati III mengumumkan pada April 2018 bahwa negara kecil itu akan "kembali ke nama aslinya", eSwatini, yang berarti "tanah Swazi".
Pengumuman dari raja absolut terakhir di Afrika itu mengejutkan bangsanya. Perubahan nama ini sempat jadi perdebatan. Sebagian warga sempat tidak setuju dengan nama sebelumnya karena menggunakan bahasa campuran Swazi dan Inggris.
(ysw)
Lihat Juga :