Anggota Kongres AS Kembali Bersidang, Sahkan Kemenangan Pemilu Biden

Kamis, 07 Januari 2021 - 09:55 WIB
loading...
Anggota Kongres AS Kembali...
Petugas mengamankan para anggota Kongres saat gedung US Capitol diserbu pendukung Donald Trump. Foto/ny times
A A A
WASHINGTON - Para anggota Kongres Amerika Serikat (AS) bersidang kembali tak lama setelah jam 8 malam pada Kamis (7/1) untuk melanjutkan sertifikasi hasil pemilu presiden.

Sesi sertifikasi hasil pemilu itu sempat tertunda setelah para pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu masuk gedung US Capitol. Pendukung Trump kemudian berhasil dihalau keluar oleh aparat keamanan dari gedung tersebut.

“Kepada mereka yang mendatangkan malapetaka di Capitol hari ini, Anda tidak menang,” ujar Wakil Presiden AS Mike Pence saat sesi sidang dilanjutkan.

Anggota Kongres AS Kembali Bersidang, Sahkan Kemenangan Pemilu Biden


“Ayo kembali bekerja,” ujar Pence, mendapat tepuk tangan. (Baca Juga: Geram Lihat Pendukung Trump Serbu US Capitol, Biden: Ini Pemberontakan!)

"Kami akan mengesahkan pemenang pemilu 2020," papar Ketua Senat Partai Republik Mitch McConnell, menyebut serangan oleh pendukung Trump sebagai "pemberontakan yang gagal." (Baca Juga: Situasi Politik di AS Memanas, KJRI New York Imbau WNI Hindari Kerumunan)

Anggota parlemen memperdebatkan upaya terakhir oleh anggota parlemen pro-Trump untuk menantang hasil pemilu, yang tidak mungkin berhasil. (Baca Juga: Dunia Terkejut Melihat Ulah Pendukung Trump Duduki Gedung US Capitol)

Tetapi beberapa orang yang berencana menolak hasil pemilu mengatakan mereka akan mempersingkat upaya mereka dan mungkin hanya menantang hasil di satu negara bagian, bukan di beberapa negara bagian.

Anggota Kongres AS Kembali Bersidang, Sahkan Kemenangan Pemilu Biden


Walikota Washington Muriel Bowser memerintahkan jam malam di seluruh kota mulai pukul 6 sore.

Pasukan Garda Nasional, agen FBI, dan Dinas Rahasia AS dikerahkan untuk membantu polisi Capitol yang kewalahan, dan pasukan Garda serta polisi mendorong pengunjuk rasa menjauh dari Capitol setelah jam malam diberlakukan.

“Beginilah hasil pemilu diperdebatkan di republik pisang, bukan republik demokratis kita. Saya terkejut dengan perilaku sembrono dari beberapa pemimpin politik sejak pemilu,” papar mantan Presiden AS George W Bush, dari Partai Republik, tanpa menyebut nama Trump.

Anggota Kongres AS Kembali Bersidang, Sahkan Kemenangan Pemilu Biden


Ribuan pendukung Presiden Donald Trump menyerbu US Capitol untuk menolak kekalahan dalam pemilu. Ulah itu memaksa Kongres untuk sementara menunda sesi mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Polisi mengevakuasi para anggota parlemen dan berjuang selama lebih dari tiga jam untuk membersihkan Capitol dari para pendukung Trump.

Para pendukung Trump itu menerobos lorong dan mengobrak-abrik kantor dalam adegan kekacauan demi kekacauan yang mengejutkan dunia.

“Seorang wanita tewas setelah ditembak selama kekacauan itu,” ungkap polisi Washington.

FBI mengatakan telah melucuti dua perangkat peledak yang dicurigai dibawa para pendukung Trump.

Polisi menyatakan gedung Capitol aman tidak lama setelah pukul 17:30 waktu setempat.

Pendukung Trump memecahkan jendela dan polisi mengerahkan gas air mata di dalam gedung.

Kepala Polisi Metropolitan Washington Robert Contee mengatakan anggota kerumunan menggunakan bahan kimia yang mengiritasi untuk menyerang polisi dan beberapa lainnya terluka.

“Itu adalah serangan paling merusak pada bangunan ikonik itu sejak tentara Inggris membakarnya pada 1814,” papar US Capitol Historical Society.

Adegan kacau terjadi setelah Trump berbicara kepada ribuan pendukung di dekat Gedung Putih, mengulangi klaim tidak berdasar bahwa pemilu itu dicuri darinya karena penipuan dan penyimpangan yang meluas.

Trump mengatakan kepada para pendukung bahwa mereka harus berbaris di Capitol untuk mengungkapkan kemarahan mereka pada proses pemungutan suara dan menekan pejabat terpilih untuk menolak hasil. Trump menyeru mereka "untuk bertarung."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved