Tersangka Pemerkosa Pramugari Cantik Christine Dacera Mengaku Gay

Kamis, 07 Januari 2021 - 00:00 WIB
loading...
Tersangka Pemerkosa...
Christine Angelica Dacera, pramugari Philippine Airlines, ditemukan tewas di bak mandi hotel di Makati. Foto/Instagram/@xtinedacera
A A A
MAKATI - Satu dari 11 pria yang dijadikan tersangka pemerkosaan dan pembunuhan pramugari cantik di Filipina , Christine Agelica Dacera , mengaku gay. Pengakuan ini dijadikan alasan untuk membantah tuduhan telah memerkosa korban.

Dacera, pramugari Philippine Airlines (PAL) Express, ditemukan tewas di bak kamar mandi Garden City Hotel di Makati setelah pesta Malam Tahun Baru. (Baca: Pramugari Cantik Tewas di Bak Kamar Mandi Hotel, Diduga usai Diperkosa Beramai-ramai )

Polisi di kota Makati, Filipina, mendakwa 11 pria terkait dengan kematian Dacera. Tubuh korban memar saat ditemukan tewas.

Sebelas pria, yang berada di pesta bersamanya malam itu, dituduh melakukan pemerkosaan dan pembunuhan. Tuduhan terhadap mereka bersifat sementara karena polisi menunggu hasil toksikologi.

Tetapi salah satu tersangka, Gregorio de Guzman, mengatakan dia dan rekan-rekannya yang dijadikan tersangka tidak mungkin memerkosa dan membunuh perempuan muda itu karena mereka semua tertarik secara seksual pada pria.

Gregorio de Guzman mengatakan kepada media lokal bahwa semua orang yang bersama Dacera pada malam itu adalah anggota komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

“Semua dari mereka gay,” kata de Guzman sebagaimana dikutip ABS-CBN News, Rabu (6/1/2021). (Baca juga: Polisi Filipina Tembak Kepala Seorang Ibu dan Anaknya, Duterte Merasa Ngeri )

“Kesan saya tentang dia (korban) adalah dia suka bergaul dengan kami anggota LGBT. Dia merasa nyaman dengan kami. Sepanjang waktu dia merasa sangat nyaman dengan kami semua," ujarnya.

“Bagi saya, saya tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan. Saya tidak pernah terangsang oleh seorang perempuan. Selalu seorang pria. Banyak yang bisa bersaksi untuk itu," paparnya.

Dacera, asal General Santos City, dilarikan ke rumah sakit oleh tiga temannya yang menemukannya tidak sadarkan diri di bak kamar mandi pada pagi hari tanggal 1 Januari 2021.

Mereka telah melakukan CPR tetapi korban tidak merespons dan dinyatakan meninggal saat tiba di Rumah Sakit Makati.

Menurut keterangan polisi, ditemukan “laserasi dan sperma” di alat kelamin korban dan tubuhnya dipenuhi goresan dan memar.

Autopsi menunjukkan kematian Dacera disebabkan oleh aneurisma aorta yang pecah.

Kepala Polisi Makati, Kolonel Harold Depositar, mengatakan kepada Philippine Daily Inquirer bahwa aneurisma mematikan mungkin disebabkan oleh aktivitas yang sangat berat dan tingkat toksisitas alkohol yang tinggi.

Yang pasti, kata dia, ada tekanan yang ditimpakan pada tubuhnya karena kami menemukan luka memar di kaki dan lututnya, serta ada lecet di pahanya.

Dia menambahkan bahwa air mani telah ditemukan di banyak tempat di kamar hotel.

Tetapi keluarga Dacera mendorong autopsi kedua setelah mengeklaim autopsi yang pertama tidak lengkap.

Seorang pengacara untuk keluarga Dacera mengatakan mereka yakin perempuan muda itu dibius dan dianiaya sebelum kematiannya.

Menurut pengacara, Dacera telah mengalami keracunan dan minumannya tampaknya telah dibubuhi selama perayaan Tahun Baru.

"Kami juga percaya bahwa mungkin aneurisma adalah penyebab langsung tetapi juga sangat mungkin dipicu oleh serangan sebelum kematiannya," kata pengacara keluarga, Brick Reyes.

Kolonel Depositar mengatakan kepada The Inquirer bahwa sebagian besar pria yang terlibat dalam pesta Malam Tahun Baru adalah "orang asing" bagi pramugari berusia 23 tahun itu.

“Hanya tiga dari mereka yang berteman dengan Dacera,” katanya. "Yang lain praktis asing baginya, karena mereka hanya dikenal oleh ketiga temannya."

Komisi Hak Asasi Manusia Filipina mengatakan akan melakukan penyelidikan sendiri atas kematian Dacera.

PAL Express, maskapai penerbangan Filipina tempat Dacera bekerja, telah mengeluarkan pernyataan setelah kematiannya.

Perusahaan menggambarkan pramugari tersebut sebagai awak PAL Express yang terhormat dan profesional yang akan sangat dirindukan oleh rekan-rekan dan teman-temannya.

"PAL Express berduka atas kematian tragis Christine Dacera 1 Januari lalu selama pesta Tahun Baru di Makati City," bunyi pernyataan maskapai.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved