Dua Pria Anti-Islam Polandia Didakwa Berkomplot untuk Membom Masjid
Rabu, 06 Januari 2021 - 02:56 WIB
loading...
A
A
A
Seperti Breivik di Norwegia dan penembak masjid Brenton Tarrant di Selandia Baru, salah satu calon penyerang menyiapkan manifesto yang menurut jaksa "menghasut kebencian atas dasar perbedaan etnis dan agama". (Baca juga: Dikira Prank, Telepon Trump ke Pejabat Georgia Ditolak 18 Kali )
Kedua terdakwa yang berkomplot untuk membom masjid menghadapi hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah, sementara terdakwa ketiga menghadapi dua tahun di balik jeruji besi karena memiliki bahan kimia ilegal.
Polandia adalah negara Katolik yang kukuh, di mana Muslim membentuk sekitar 0,1 persen dari populasi. Dua masjid Warsawa sama-sama menjadi sasaran para pengacau dalam beberapa tahun terakhir, di mana jendela-jendela di salah satu masjid dan pusat budaya pernah dipecahkan pada 2017.
Jajak pendapat Pew Research tahun lalu menemukan bahwa dua pertiga orang Polandia memiliki pandangan yang tidak baik tentang Muslim di negara mereka, dan partai Hukum dan Keadilan yang berkuasa di negara itu telah menolak menerima sejumlah besar migran Muslim, di mana menteri dalam negeri saat itu Mariusz Blaszcak membandingkan posisi partainya di tahun 2017 dengan posisi "Charles the Hammer yang menghentikan invasi Muslim ke Eropa pada abad ke-8".
Kedua terdakwa yang berkomplot untuk membom masjid menghadapi hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah, sementara terdakwa ketiga menghadapi dua tahun di balik jeruji besi karena memiliki bahan kimia ilegal.
Polandia adalah negara Katolik yang kukuh, di mana Muslim membentuk sekitar 0,1 persen dari populasi. Dua masjid Warsawa sama-sama menjadi sasaran para pengacau dalam beberapa tahun terakhir, di mana jendela-jendela di salah satu masjid dan pusat budaya pernah dipecahkan pada 2017.
Jajak pendapat Pew Research tahun lalu menemukan bahwa dua pertiga orang Polandia memiliki pandangan yang tidak baik tentang Muslim di negara mereka, dan partai Hukum dan Keadilan yang berkuasa di negara itu telah menolak menerima sejumlah besar migran Muslim, di mana menteri dalam negeri saat itu Mariusz Blaszcak membandingkan posisi partainya di tahun 2017 dengan posisi "Charles the Hammer yang menghentikan invasi Muslim ke Eropa pada abad ke-8".
(min)
Lihat Juga :