Awalnya Dibatalkan, Trump Kini Kerahkan 5.000 Tentara AS ke Polandia

Jum'at, 22 Mei 2026 - 07:00 WIB
loading...
Awalnya Dibatalkan,...
Presiden Donald Trump memutuskan akan mengerahkan 5.000 tentara Amerika Serikat ke Polandia setelah sebelumnya membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara Amerika ke nagara NATO tersebut. Foto/US Army
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Washington memutuskan akan mengerahkan 5.000 tentara tambahan Amerika ke Polandia. Alasannya sebagai dukungan kepada presiden konservatif negara NATO tersebut, Karol Nawrocki.

Langkah ini dilakukan setelah Pentagon tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara AS ke Polandia pekan lalu, yang memicu kebingungan di kalangan pejabat Warsawa. Wakil Presiden Amerika J.D. Vance kemudian menggambarkan pembatalan tersebut sebagai penundaan dan bukan pengurangan, dengan mengatakan bahwa media telah "bereaksi berlebihan".

Baca Juga: AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?

“Berdasarkan keberhasilan pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung, dan hubungan kami dengannya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia,” tulis Trump di Truth Social pada hari Kamis, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/5/2026).

Pengumuman Trump ini menyusul keputusannya untuk menarik 5.000 tentara AS dari Jerman di tengah meningkatnya ketegangan dengan Berlin atas perang AS-Israel melawan Iran.

Trump sebelumnya telah menyatakan 5.000 pasukan yang ditarik dari Jerman tersebut dapat dipindahkan ke Polandia, dengan menggembar-gemborkan “hubungan baiknya” dengan Nawrocki, yang mengalahkan kandidat liberal pro-Uni Eropa dari partai Civic Coalition—partainya Perdana Menteri Polandia Donald Tusk—tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Berita Terkini
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved