AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Polandia Ibarat Menampar Sekutu Sendiri

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:40 WIB
loading...
AS Tiba-tiba Batalkan...
Kongres AS kritik keras Pentagon karena tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara AS ke Polandia. Foto/Responsible Statecraft
A A A
WASHINGTON - Anggota Parlemen Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik dan Partai Demokrat telah mengkritik keras Pentagon setelah tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara Amerika ke Polandia. Pengerahan pasukan itu dinilai penting karena Warsawa merupakan sekutu utama NATO yang berbatasan dengan Ukraina.

Kritik tersebut menyusul konfirmasi bahwa Menteri Perang Pete Hegseth telah menghentikan pengerahan rotasi rutin sekitar 4.000 tentara AS dari Texas.

Baca Juga: AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?

Pasukan tersebut sedianya akan bertugas selama sembilan bulan di Polandia, yang memainkan peran sentral dalam kehadiran militer NATO di sayap timur aliansi tersebut.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan keputusan tersebut mengikuti "proses komprehensif dan berlapis" dan bukan keputusan mendadak. Namun, beberapa anggota Parlemen menolak penjelasan tersebut.

"Ini omong kosong," tulis Don Bacon, seorang anggota Kongres dari Partai Republik, dalam sebuah unggahan X sebagai tanggapan terhadap penjelasan Parnell.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved