Hallel Rabin, Gadis yang Menolak Jadi Tentara Israel dan Memilih Dipenjara

Rabu, 06 Januari 2021 - 00:00 WIB
loading...
A A A
"Mengapa ada perbedaan antara manusia yang hanya berdasarkan agama dan bahasa?," tanya Hallel. "Di mana tempat kita dalam semua ini? Di mana kita harus berdiri dalam situasi ini? Apa kewajiban dan hak kita?"

Nyaris setiap hari, tentara Israel menangkap, memukuli, atau bahkan membunuh warga Palestina.

Sebuah laporan yang memberatkan yang diterbitkan pada bulan November oleh kelompok hak asasi manusia Israel mengutuk invasi ilegal militer Israel ke rumah-rumah Palestina, menunjukkan praktik tersebut melanggar hukum internasional.

Berdasarkan penelitian selama dua tahun yang dilakukan oleh Yesh Din, Physicians for Human Rights Israel (PHRI) dan Breaking the Silence, sebuah studi mengungkapkan serangan, gangguan dan tindakan vandalisme sering dilakukan di kota-kota dan desa-desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel baik oleh pemukim ilegal maupun tentara.

Tujuan yang dinyatakan dari invasi rumah oleh militer adalah untuk menggeledah rumah, melakukan penangkapan, atau mengumpulkan intelijen, tetapi kesaksian yang terekam menggambarkan kenyataan yang sangat berbeda.

Berdasarkan pernyataan tentara, tujuan tersirat dari penggerebekan semacam itu adalah apa yang dalam bahasa sehari-hari militer digambarkan sebagai "unjuk kekuatan" dan "menciptakan rasa penganiayaan". Mereka dimaksudkan untuk menghalangi orang—seluruh komunitas—untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik yang menentang pendudukan.

"Wacana publik dan politik membenarkan kekerasan dan ketidaksetaraan, dan ada delegitimasi yang berkembang dari pendapat orang-orang yang bersikeras untuk percaya pada alternatif tanpa kekerasan," kata Hallel.

Yang lebih penting, seperti yang dicatat Hallel, orang Yahudi Israel menghormati tentara di hampir semua institusi publik mereka.

"Ini perlu diubah," katanya. "Sungguh gila mengetahui bahwa meskipun saya berada di penjara militer, tindakan kecil saya telah melebarkan sayapnya dan menyentuh ratusan dan ribuan orang di seluruh dunia."

"Saya menerima pesan dari orang-orang dari seluruh dunia, serta dari orang-orang Palestina yang tinggal di sini mengatakan: Perbuatan Anda telah menunjukkan adanya harapan untuk perdamaian di dunia dan bahwa tidak semua orang Yahudi membenci kami."

"Kita, semua manusia di mana pun kita berada, memiliki kepentingan yang sederhana dan jelas—untuk hidup dalam kedamaian dan keamanan sejati. Itu cukup untuk membangun kehidupan di mana-mana, termasuk di sini, di tanah yang sangat terpecah dan berdarah ini yang diperjuangkan orang-orang," papar Hallel.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved