Hallel Rabin, Gadis yang Menolak Jadi Tentara Israel dan Memilih Dipenjara

Rabu, 06 Januari 2021 - 00:00 WIB
loading...
A A A
"Saya tiba pada hari pendaftaran karena tahu bahwa saya akan dikirim ke penjara hari itu juga."

Setelah refleksi yang cermat dan menyimpulkan bahwa dinas militer tidak sesuai dengan cita-citanya, ia bergabung dengan Mesarvot, jaringan akar rumput yang menyatukan individu dan kelompok yang menolak untuk mendaftar menjadi tentara sebagai protes atas pendudukan.

Digambarkan di dalam Israel sebagai "tentara paling bermoral di dunia", bertugas di tentara Israel menjadi lencana kehormatan bersama. Militer mencoba menampilkan dirinya sebagai institusi yang memungkinkan mobilitas sosial—batu loncatan ke dalam masyarakat Israel.

"Pada kenyataannya, hal itu memungkinkan penjahat, pencuri, dan penipu untuk bebas berkeliaran dan menjalankan negara, yang membuat orang di bawah kendali kami tanpa hak demokratis," kata Hallel.

Keluarganya, meskipun ada kecemasan, tetap mendukung keputusan Hallel.

Menggambarkan asuhannya di Kibbutz Harduf di Israel utara sebagai liberal dan sadar politik dan sosial, dia mengatakan dia datang untuk menolak kekerasan dalam masyarakat dan berjuang untuk kesetaraan antara agama, ras dan gender.

"Kami dididik untuk mengejar komitmen dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab serta nilai-nilai kesetaraan, kebebasan, perdamaian dan cinta," ujar Hallel.

"Fakta bahwa saya dipenjara dan diadili berdasarkan keyakinan dan cara hidup saya, yang didasarkan pada perjuangan tanpa kekerasan, membuat frustrasi, mengecilkan hati, dan menjengkelkan. Pada saat yang sama, saya belajar di penjara tentang arti mengambil tindakan dan menanggung konsekuensinya. "

Hallel telah menjalani total 56 hari sejak Agustus di penjara militer nomor enam, dan menghadapi hingga 80 lebih dalam penahanan, tetapi dibebaskan setelah dewan militer menerima bahwa pasifisme tidak didorong oleh pertimbangan politik, yang telah memberinya lebih banyak waktu penjara.

Menurut Hallel, bukan naif atau penolakan untuk bertanggung jawab, tetapi pilihan untuk mengambil jalan yang lebih sulit.

"Di penjara, saya belajar berkomunikasi dengan orang-orang yang sangat jauh secara budaya dari saya. Saya belajar untuk tidak takut dengan tindakan saya dan saya belajar bahwa kebebasan itu ajaib."

Dia yakin dia merasakan apa yang dialami para korban yang dipenjara dan tertindas setiap hari.

Perhatian yang dikumpulkan dari ceritanya secara online mengejutkannya karena dia awalnya berharap itu akan berlalu dengan cepat dan diam-diam. Namun, dia menyadari itu adalah kesempatan untuk mendorong publik mempertanyakan peran tentara dalam membentuk kekuatan kejam Israel dan kenyataan di mana mereka hidup.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Sisir TKP Kasus Penganiayaan,...
Sisir TKP Kasus Penganiayaan, Polda Jabar Ungkap Taufik Hidayat Pukul YTR dengan Helm dan Besi
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Berita Terkini
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved