Inggris Berencana Perketat Perbatasan untuk Redam Penyebaran Covid-19
Selasa, 05 Januari 2021 - 16:22 WIB
loading...
Inggris mengatakan akan segera menerbitkan rencana pembatasan perbatasan baru untuk membatasi penyebaran Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - Inggris akan segera menerbitkan rencana pembatasan perbatasan baru untuk membatasi penyebaran Covid-19. Ini adalah langkah lanjutan, setelah sebelumnya Inggris mengumumkan lockdown ketiga secara nasional.
"Kami akan segera mengajukan proposal baru tentang bagaimana tepatnya kami akan memastikan bahwa perbatasan kami aman," kata Menteri Kantor Kabinet Inggris, Michael Gove. ( Baca juga: Inggris Terapkan Lockdown Lagi, Premier League Tetap Jalan )
"Tapi, pesannya sangat jelas bagi warga Inggris, bahwa mereka tidak boleh bepergian," sambungnya saat melakukan wawancara dengan Sky News, seperti dilansir Reuters pada Selasa (5/1/2021).
Seperti diketahui, Inggris tengah bergelut dengan penambahan kasus positif Covid-19 yang mencapai 50 ribu kasus per hari dalam satu pekan terakhir. Masifnya penambahan itu diduga berkaitan dengan varian baru virus Corona yang belum lama ini ditemukan. Varian baru ini diketahui memiliki tingkat penularan lebih cepat.
Karena hal itu, kebijakan lockdown kembali diberlakukan secara nasional guna menekan angka penularan virus Corona. Sejumlah kegiatan luar ruangan dan aktivitas sosial, seperti sekolah, kembali dilarang. Masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah sampai kebijakan dicabut. ( Baca juga: Redam Penyebaran Mutasi Covid-19, Menkes Inggris Sarankan Pengetatan Penguncian )
Warga diimbau untuk beraktivitas di rumah, kecuali untuk kegiatan esensial, seperti belanja kebutuhan di supermarket dan toko obat. Sementara itu, kafe, restoran, dan rumah makan, hanya diizinkan melayani pesanan takeaway.
"Kami akan segera mengajukan proposal baru tentang bagaimana tepatnya kami akan memastikan bahwa perbatasan kami aman," kata Menteri Kantor Kabinet Inggris, Michael Gove. ( Baca juga: Inggris Terapkan Lockdown Lagi, Premier League Tetap Jalan )
"Tapi, pesannya sangat jelas bagi warga Inggris, bahwa mereka tidak boleh bepergian," sambungnya saat melakukan wawancara dengan Sky News, seperti dilansir Reuters pada Selasa (5/1/2021).
Seperti diketahui, Inggris tengah bergelut dengan penambahan kasus positif Covid-19 yang mencapai 50 ribu kasus per hari dalam satu pekan terakhir. Masifnya penambahan itu diduga berkaitan dengan varian baru virus Corona yang belum lama ini ditemukan. Varian baru ini diketahui memiliki tingkat penularan lebih cepat.
Karena hal itu, kebijakan lockdown kembali diberlakukan secara nasional guna menekan angka penularan virus Corona. Sejumlah kegiatan luar ruangan dan aktivitas sosial, seperti sekolah, kembali dilarang. Masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah sampai kebijakan dicabut. ( Baca juga: Redam Penyebaran Mutasi Covid-19, Menkes Inggris Sarankan Pengetatan Penguncian )
Warga diimbau untuk beraktivitas di rumah, kecuali untuk kegiatan esensial, seperti belanja kebutuhan di supermarket dan toko obat. Sementara itu, kafe, restoran, dan rumah makan, hanya diizinkan melayani pesanan takeaway.
(esn)
Lihat Juga :