Parlemen Iran Dilaporkan Ajukan RUU Pemusnahan Israel

Selasa, 05 Januari 2021 - 15:31 WIB
loading...
Parlemen Iran Dilaporkan...
Anggota Parlemen Iran dilaporkan mengajukan rancangan undang-undang yang akan mewajibkan Teheran berturut-turut untuk melenyapkan Israel dalam waktu 20 tahun. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Anggota Parlemen Iran dilaporkan mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang akan mewajibkan Teheran berturut-turut untuk melenyapkan Israel dalam waktu 20 tahun. Selain itu, Parlemen Iran juga bekerja untuk menyingkirkan pasukan Amerika Serikat (AS) dari wilayah tersebut.

Menurut laporan kantor berita ISNA, RUU tersebut mencakup 16 artikel dengan nama "Iran membalas" dan disajikan sebagai tindakan untuk menanggapi pembunuhan Qassem Soleimani. Menurut ISNA, RUU tersebut menentukan kondisi untuk bernegosiasi dengan Washington dan kriteria untuk mendukung sekutu Teheran.

"RUU tersebut akan mengharuskan pemerintah Iran untuk mengambil tindakan yang diperlukan yang akan mengarah pada "penghapusan Israel pada Maret 2041" dan mematahkan blokade Israel di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dengan mengirimkan komoditas penting secara gratis atau berbayar," bunyi laporan ISNA, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (5/1/2021).

ISNA menuturkan bahwa RUU itu juga mendukung pendanaan dan pengorganisasian aksi di perbatasan Israel di Lebanon Selatan dan Dataran Tinggi Golan di bawah slogan "Pembebasan Golan" dan "hak untuk mengembalikan pengungsi Palestina". ( Baca juga: Eks Bos Mossad: Iran Gagal Balas Dendam, Pengganti Soleimani Tak Selevel )

"RUU tersebut termasuk mewajibkan pemerintah Iran di masa depan untuk mengirim bantuan kemanusiaan setiap tiga bulan sekali, seperti obat-obatan, makanan, dan bahan bakar, kepada milisi Houthi yang didukung Iran untuk menghentikan pengepungan mereka di Yaman," sambungnya.

Sementara itu, di bawah artikel "Mengusir Amerika dari Wilayah," RUU tersebut menetapkan bahwa pemerintah dan angkatan bersenjata Iran akan membuat pengaturan yang diperlukan untuk mengeluarkan pasukan militer Komando Pusat Angkatan Darat AS dari wilayah tersebut.

Ini juga termasuk kesediaan Teheran untuk menyelesaikan perjanjian kerja sama pertahanan, selama tidak kurang dari lima tahun, dengan negara mana pun di kawasan itu yang memutuskan untuk menarik pasukan Amerika darinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved