Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir Cabut Blokade Qatar Hari Ini

Selasa, 05 Januari 2021 - 09:24 WIB
loading...
Arab Saudi, UEA, Bahrain,...
Penguasa Qatar Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani bertemu Penasehat Presiden AS Jared Kushner di Doha, Qatar, 2 Desember 2020. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Terobosan telah dicapai dalam perselisihan tiga tahun antara Qatar dengan Arab Saudi dan tiga negara Arab lainnya.

“Kesepakatan yang bertujuan mengakhiri keretakan mereka akan ditandatangani di Arab Saudi pada Selasa (5/1),” ungkap seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat (AS).

Perkembangan tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian kesepakatan Timur Tengah yang didukung Washington.

Kesepakatan lain melibatkan Israel dan negara-negara Arab yang bertujuan membangun front persatuan melawan Iran.

“Sebagai bagian dari kesepakatan, Arab Saudi akan membuka kembali wilayah udara serta perbatasan darat dan lautnya ke Qatar mulai Senin,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuwait Ahmad Nasser al-Sabah di Kuwait TV menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Teluk Arab di Arab Saudi pada Selasa. (Baca Juga: Mengerikan, Semua Pasien di ICU Meninggal karena Pasokan Oksigen Habis)

Kantor berita Saudi, SPA, mengutip penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang mengatakan, “Pertemuan tahunan para pemimpin Teluk akan menyatukan jajaran Teluk dalam menghadapi tantangan yang dihadapi kawasan." (Lihat Infografis: Ratusan Warga Israel Terinfeksi Covid-19 Setelah Disuntik Vaksin)

“Penguasa Qatar Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani akan hadir,” papar pihak kerajaan Saudi. (Lihat Video: Tidak Beridentitas, Ini Cara Kerja Drone Bawah Laut yang Ditemukan Nelayan)

Pejabat AS itu mengatakan putra mahkota Saudi dan emir Qatar akan menandatangani kesepakatan itu.



Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir telah memberlakukan embargo diplomatik, perdagangan, dan perjalanan di Qatar sejak pertengahan 2017 karena negara itu dituduh mendukung terorisme.

Qatar membantah tuduhan itu dan mengatakan embargo itu bertujuan merusak kedaulatannya.

Arab Saudi menjelaskan bahwa mereka bermaksud mencabut blokade, namun tiga negara lainnya belum secara resmi mengumumkan.

Meski demikian, pejabat AS tersebut mengatakan, "Itu adalah harapan kita. Mereka juga akan bergabung dalam mencabut blokade. Berdasarkan perjanjian yang ada, Qatar akan menangguhkan tuntutan hukum terkait blokade tersebut.”

Semua negara yang terlibat dalam kesepakatan itu adalah sekutu AS. Qatar menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan itu. Bahrain adalah rumah bagi Armada Kelima Angkatan Laut AS. Arab Saudi serta UEA menampung pasukan AS.

“Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner yang ditugaskan menangani perselisihan tersebut membantu merundingkan kesepakatan itu dan sedang mengupayakannya melalui telepon hingga larut Senin pagi,” papar pejabat AS itu.

Pada Desember, Menlu Arab Saudi mengatakan penyelesaian sengketa tampaknya dapat dicapai.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam sebuah posting Twitter berharap, “Rekonsiliasi Teluk berkontribusi pada stabilitas dan perkembangan politik dan ekonomi untuk semua orang di kawasan kita."

Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash mengatakan dalam posting Twitter bahwa KTT Selasa akan memulihkan persatuan Teluk. “Lebih banyak pekerjaan ada di depan dan kita bergerak ke arah yang benar," ungkap dia.

Pada Senin, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan mereka menyambut baik langkah Arab Saudi dan menyebutnya sebagai langkah penting untuk menyelesaikan perselisihan.

“Harapan kami adalah bahwa perselisihan ini mencapai resolusi yang komprehensif dan bertahan lama berdasarkan rasa saling menghormati kedaulatan negara dan sanksi lain terhadap rakyat Qatar dicabut secepat mungkin,” ujar dia.

Dia menambahkan Turki mendukung semua upaya membawa stabilitas di kawasan Teluk.

“Kushner, Utusan Timur Tengah Avi Berkowitz dan Penasihat Khusus Departemen Luar Negeri Brian Hook terbang ke kota al-Ula di Arab Saudi untuk menghadiri upacara tersebut,” ungkap pejabat AS itu.

Jika kesepakatan itu berlaku, sengketa Teluk akan ditambahkan ke serangkaian pencapaian diplomatik tim Kushner. Daftar itu mencakup kesepakatan normalisasi tahun lalu antara Israel dan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Kushner, yang juga menantu Presiden AS Donald Trump, telah mengerjakan lebih banyak kesepakatan normalisasi antara Israel dan negara-negara Arab tetapi mungkin kehabisan waktu dengan Presiden terpilih Joe Biden yang mengambil alih kursi kepresidenan pada 20 Januari.

"Ini terobosan besar. Blokade akan dicabut. Ini akan memungkinkan perjalanan antar negara serta barang. Ini akan mengarah pada lebih banyak stabilitas di kawasan," ujar pejabat AS itu.

Para diplomat di kawasan itu mengatakan bahwa Arab Saudi tertarik mendorong kesepakatan menyelesaikan perselisihan untuk menunjukkan kepada Biden bahwa mereka pembawa damai dan terbuka untuk dialog.

Amerika Serikat memiliki sekitar 10.000 tentara di Qatar, yang merupakan rumah bagi Pangkalan Udara Al Udeid. Ada ribuan tentara AS lainnya di UEA, Kuwait, Bahrain, dan Arab Saudi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
Jadi Target Rudal dan...
Jadi Target Rudal dan Drone Iran, Bahrain dan Kuwait Siaga Penuh
Media Iran Tayangkan...
Media Iran Tayangkan Video Serangan terhadap Pasukan AS, Harga Minyak Bergejolak
AS dan Iran Saling Balas...
AS dan Iran Saling Balas Serangan Rudal, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Viral KBRI Tokyo Umumkan...
Viral KBRI Tokyo Umumkan Resepsi Pernikahan Orang Utan Kalimantan di Tobe Zoo Jepang
Rekomendasi
Melirik Ambisi China...
Melirik Ambisi China di Sumatera: BYD Gelar Pesta Teknologi Tanpa Asap Knalpot
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved