Perusahaannya Diselidiki atas Dugaan Praktik Monopoli, Jack Ma Hilang Bak Ditelan Bumi

Minggu, 03 Januari 2021 - 20:04 WIB
loading...
Perusahaannya Diselidiki...
Taipan asal China, Jack Ma dilaporkan hilang bak ditelan bumi, setelah perusahaannya diselidiki atas dugaan monopoli dan persaingan tidak sehat oleh Beijing. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Taipan asal China, Jack Ma dilaporkan hilang bak ditelan bumi, setelah perusahaannya diselidiki atas dugaan monopoli dan persaingan tidak sehat oleh Beijing. Ma bahkan batal hadir dan posisinya sebagai juri di Africa's Business Heroes, acara yang dia buat, digantikan oleh orang lain.

Bukan hanya posisinya sebagai juri diganti, tapi foto Ma juga telah dihapus dari situs web dan dia "ditinggalkan" dari video promosi acara tersebut. ( Baca juga: Perusahaan Jack Ma Dipanggil Pemerintah China Atas Dugaan Praktik Monopoli )

"Karena konflik jadwal, Ma tidak bisa lagi menjadi bagian dari panel juri terakhir Africa's Business Heroes," kata juru bicara Alibaba menanggapi absenya Jack Ma dalam acara itu, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (3/1/2021).

Sebelumnya diwartakan, regulator di China tengah menyelidiki dugaan monopoli dan persaingan tidak sehat terhadap raksasa teknologi Ant Group, afiliasi dari Alibaba Group dan akan memanggil mereka untuk bertemu.

Pertemuan itu dikatakan membicarakan tentang Ant Group dan penerapan regulasi pengawasan keuangan, kompetisi yang adil dan melindungi hak serta kepentingan dari para konsumen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved