2 Kapal Perang AS Berkeliaran di Selat Taiwan, Abaikan Kemarahan China

Kamis, 31 Desember 2020 - 08:36 WIB
loading...
2 Kapal Perang AS Berkeliaran...
Kapal perang Amerika Serikat, USS John S McCain. Foto/USNI News
A A A
TAIPEI - Dua kapal perang Amerika Serikat (AS) berkeliaran di Selat Taiwan yang sensitif pada hari Kamis (31/12/2020). Kehadiran kedua kapal itu mengabaikan China yang marah dengan peningkatan dukungan Amerika pada Taiwan .

Angkatan Laut AS mengatakan operasi kedua kapal perang tersebut merupakan misi serupa kedua bulan ini. Operasi tersebut hanya berselang hampir dua minggu setelah kelompok tempur kapal induk China melintasi jalur perairan yang sama. (Baca: FPI Organisasi Terlarang di Indonesia Jadi Sorotan Dunia )

China sampai saat ini masih mengklaim Taiwan—yang telah memerintah sendiri secara demokratis—sebagai wilayahnya dan marah dengan peningkatan dukungan AS untuk pulau itu, termasuk penjualan senjata. Operasi kapal perang Washington itu semakin memperburuk hubungan AS-China.

Angkatan Laut AS, seperti dikutip Reuters, mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS John S McCain dan USS Curtis Wilbur telah melakukan transit Selat Taiwan secara rutin pada 31 Desember sesuai dengan hukum internasional.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan," kata Angkatan Laut AS.

Ini adalah pelayaran ke-13 melalui Selat Taiwan oleh kapal-kapal perang Angkatan Laut AS sepanjang tahun ini.

Kementerian Pertahanan China tidak segera memberikan tanggapan. (Baca juga: Trump Ancam Iran, Pesawat Pembom B-52 AS Berkeliaran di Teluk )

Pada 19 Desember lalu, militer China mengaku telah membuntuti kapal perang AS saat melintasi Selat Taiwan, dan mengecam misi Amerika.

Sehari setelah itu, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Taiwan mengerahkan sejumlah kapal perang dan pesawat setelah kelompok tempur kapal induk China yang dipimpin oleh kapal induk terbaru negara itu, Shandong, berlayar melalui Selat Taiwan.

China mengatakan kelompok tempur kapal induk Shandong tersebut sedang dalam perjalanan untuk latihan militer rutin di Laut China Selatan yang disengketakan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved