Putin Teken UU Baru: dari Pembatasan Medsos Hingga Aksi Protes
Rabu, 30 Desember 2020 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
Undang-undang ketiga melarang pengungkapan data pribadi pejabat keamanan Rusia, catatan yang terkadang bocor secara online dan telah digunakan oleh jurnalis investigasi untuk melacak operasi klandestin.
Awal bulan ini, situs web investigasi Bellingcat menggunakan catatan penerbangan dan data lain untuk mengidentifikasi sekelompok agen Dinas Keamanan Federal (FSB) yang dituduh oleh Navalny mencoba meracuninya pada Agustus lalu, tuduhan yang dibantah oleh Moskow.(Baca juga: Putin: Jika Rusia Ingin Bunuh Navalny, FSB Akan Menghabisinya )
Undang-undang baru lainnya memperkenalkan hukuman penjara hingga dua tahun karena fitnah online serta peraturan baru yang akan melarang pendanaan aksi protes oleh "agen asing" dan memungkinkan demonstrasi dilarang karena keadaan darurat.
Undang-undang lain memberikan wewenang baru kepada otoritas untuk memberi label "agen asing" kepada individu dan juga memenjarakan mereka selama lima tahun jika mereka gagal melaporkan aktivitas mereka dengan benar.
Awal bulan ini, situs web investigasi Bellingcat menggunakan catatan penerbangan dan data lain untuk mengidentifikasi sekelompok agen Dinas Keamanan Federal (FSB) yang dituduh oleh Navalny mencoba meracuninya pada Agustus lalu, tuduhan yang dibantah oleh Moskow.(Baca juga: Putin: Jika Rusia Ingin Bunuh Navalny, FSB Akan Menghabisinya )
Undang-undang baru lainnya memperkenalkan hukuman penjara hingga dua tahun karena fitnah online serta peraturan baru yang akan melarang pendanaan aksi protes oleh "agen asing" dan memungkinkan demonstrasi dilarang karena keadaan darurat.
Undang-undang lain memberikan wewenang baru kepada otoritas untuk memberi label "agen asing" kepada individu dan juga memenjarakan mereka selama lima tahun jika mereka gagal melaporkan aktivitas mereka dengan benar.
(ber)
Lihat Juga :