Pandemi Memburuk, Jepang Umumkan Keadaan Darurat Nasional

Kamis, 16 April 2020 - 22:41 WIB
loading...
Pandemi Memburuk, Jepang...
PM Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat nasional setelah pandemi Corona memburuk. Foto/Vovworld
A A A
TOKYO - Jepang menyatakan keadaan darurat nasional setelah wabah virus Corona baru, COVID-19, memburuk di negara itu. Langkah ini memungkinkan pemerintah daerah untuk memaksa warganya agar tetap di dalam rumah, tetapi tanpa tindakan hukum atau kekuatan hukum.

Keadaan darurat nasional ini akan berlaku sampai 6 Mei mendatang.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, sebelumnya menyatakan keadaan darurat selama sebulan di tujuh wilayah.

"Area di mana keadaan darurat harus dilakukan akan diperluas dari tujuh prefektur ke semua prefektur," kata Abe pada pertemuan khusus para ahli medis seperti dikutip dari BBC, Kamis (16/4/2020).

Karena jumlah infeksi di Jepang telah meningkat, kritik terhadap respons Abe pun semakin keras.

Satu jajak pendapat menunjukkan 75% orang berpikir perdana menteri terlalu lama untuk menyatakan keadaan darurat di Tokyo.

Setelah lonjakan baru-baru ini dalam kasus-kasus di Ibu Kota Tokyo, para ahli memperingatkan bahwa fasilitas medis darurat di kota itu bisa runtuh di bawah tekanan. Para pejabat di Tokyo juga mendesak warga Jepang untuk bekerja dari rumah.

Setelah keadaan darurat awal mulai berlaku pada tanggal 8 April lalu, sejumlah gubernur regional lainnya menyerukan langkah-langkah untuk diperluas ke daerah mereka. Mereka mengatakan bahwa kasus-kasus infeksi bertambah dan fasilitas medis mereka kewalahan.

Dua asosiasi medis darurat Jepang juga mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan bahwa mereka sudah merasakan runtuhnya sistem medis darurat.

Wali Kota Osaka mengimbau orang-orang untuk menyumbangkan jas hujan mereka, sehingga mereka dapat digunakan sebagai alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan yang katanya dipaksa untuk membuat APD dari kantong sampah.

Meskipun mencatat kasus pertamanya lebih dari tiga bulan lalu, Jepang masih hanya menguji sebagian kecil dari populasinya.

Tidak seperti Korea Selatan (Korsel) - yang berhasil menekan wabah di bawah kendali melalui program tes COVID-19 skala besar - pemerintah Jepang mengatakan bahwa melakukan pengujian secara luas adalah "pemborosan sumber daya".

Kementerian kesehatan Jepang khawatir rumah sakit akan kewalahan oleh orang yang dites positif, tetapi hanya memiliki gejala ringan.

Pengujian juga diatur oleh pusat kesehatan setempat, bukan pada tingkat pemerintah nasional - dan beberapa pusat lokal ini tidak diperlengkapi untuk melakukan pengujian pada skala besar.

Hokkaido menjadi wilayah pertama di Jepang yang menyatakan keadaan darurat akibat virus Corona pada akhir Februari, dan mencabut keadaan darurat pada 19 Maret. Namun, itu diberlakukan kembali minggu ini karena gelombang kedua infeksi.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved