AS-Iran 'Kompak' Hadang Rencana Prancis untuk Lebanon

Sabtu, 26 Desember 2020 - 23:12 WIB
loading...
A A A
"Kelas politik Lebanon terjebak dalam kontradiksinya sendiri dan dengan senang hati bermain waktu," kata Nadim Khoury dari Arab Reform Initiative, seperti dilansir Al Arabiya.

"(Perdana Menteri yang ditunjuk) Saad al-Hariri tidak dapat membentuk pemerintahan dan secara internasional AS tidak akan memfasilitasi upaya Prancis untuk membentuk pemerintahan," sambungnya.

Keberatan AS terhadap rencana Macron berpusat pada Hizbullah, gerakan bersenjata yang didukung Iran yang memegang kekuasaan besar di Lebanon, dan yang dicap Washington sebagai kelompok teroris.

Hariri, diberi tugas membentuk pemerintahan setelah Mustapha Adib mengundurkan diri pada September. Dia sejauh ini berjuang untuk menyusun kabinet untuk berbagi kekuasaan dengan semua partai Lebanon, termasuk Hizbullah.

Paris awalnya tidak ingin Hariri mengambil peran itu, setelah sebelumnya gagal menerapkan reformasi. Namun, mengingat kurangnya kemajuan dalam membentuk pemerintahan yang kredibel, Macron tidak menentang pencalonan tersebut. Prancis mengatakan, anggota Hizbullah yang terpilih memiliki peran politik yang sah.

AS telah menjatuhkan sanksi pada tiga politisi terkemuka yang bersekutu dengan Hizbullah. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo telah memperingatakan akan ada tindakan lain yang akan dilakukan jika Hizbullah menjadi bagian dari pemerintah Lebanon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Terungkap, Serangan...
Terungkap, Serangan Rudal Iran Hancurkan Hanggar Pesawat Pangkalan Udara Israel
Rekomendasi
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved