AS-Iran 'Kompak' Hadang Rencana Prancis untuk Lebanon
Sabtu, 26 Desember 2020 - 23:12 WIB
loading...
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. FOTO/REUTERS
A
A
A
BEIRUT - Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah menjadi ujung tombak upaya internasional untuk menyelamatkan Lebanon dari krisis terdalamnya sejak perang saudara 1975-1990. Dia telah melakukan perjalanan dua kali ke Lebanon sejak terjadinya ledakan besar di pelabuhan Beirut pada Agustus silam yang menghancurkan kota itu.
(Baca Juga : Anggaran Pertahanan Dipangkas, Jenderal Rusia Tidak Tertarik Ikut Perlombaan Senjata )
Macron mencoba menggunakan pengaruh sejarah Paris untuk membujuk politisi Lebanon yang bertikai untuk mengadopsi peta jalan dan membentuk pemerintahan baru yang bertugas memberantas korupsi, sebuah prasyarat bagi donor internasional, termasuk IMF untuk membuka bantuan miliaran dolar.
(Baca: Prancis: Lebanon seperti Tenggelamnya Titanic Tanpa Musik )
Pemimpin berusia 42 tahun itu, sejak awal menghadapi kerusakan kelas politik Lebanon yang terpecah, yang telah bertengkar dan mengabaikan peringatan internasional tentang kebangkrutan negara. Selain itu penolakan Amerika Serikat (AS) dan "keberadaan" Iran mempersulit upaya Macron.
(Baca Juga : Anggaran Pertahanan Dipangkas, Jenderal Rusia Tidak Tertarik Ikut Perlombaan Senjata )
Macron mencoba menggunakan pengaruh sejarah Paris untuk membujuk politisi Lebanon yang bertikai untuk mengadopsi peta jalan dan membentuk pemerintahan baru yang bertugas memberantas korupsi, sebuah prasyarat bagi donor internasional, termasuk IMF untuk membuka bantuan miliaran dolar.
(Baca: Prancis: Lebanon seperti Tenggelamnya Titanic Tanpa Musik )
Pemimpin berusia 42 tahun itu, sejak awal menghadapi kerusakan kelas politik Lebanon yang terpecah, yang telah bertengkar dan mengabaikan peringatan internasional tentang kebangkrutan negara. Selain itu penolakan Amerika Serikat (AS) dan "keberadaan" Iran mempersulit upaya Macron.
Lihat Juga :