Horor, 222 Tewas dalam Pembantaian di Sebuah Desa Ethiopia

Sabtu, 26 Desember 2020 - 06:21 WIB
loading...
Horor, 222 Tewas dalam...
Pasukan Pertahanan Nasional Ethiopia (ENDF) bersiap untuk melakukan misi. Foto/Al Arabiya
A A A
ADDIS ABABA - Sekitar 222 orang tewas dalam sebuah serangan di sebuah desa di Ethiopia . Hal itu diungkapkan oleh seorang sukarelawan Palang Merah.

Rumah-rumah dibakar dalam pembantaian yang terjadi pada Rabu lalu di Bekoji, sebuah desa di wilayah barat Bulen yang berbatasan dengan Sudan. Peristiwa itu terjadi di tengah ketegangan etnis yang meningkat di negara tersebut.

Korban tewas awalnya diperkirakan lebih dari 100 jiwa oleh Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia yang ditunjuk negara.



Tetapi Melese Mesfin, yang menjadi sukarelawan untuk Palang Merah, mengatakan pada hari Jumat bahwa organisasinya telah menguburkan 207 jasad korban dan 15 penyerang.

Seorang juru bicara daerah Bulen mengkonfirmasi 207 orang tewas dan 40.000 lainnya telah meninggalkan rumah mereka karena pertempuran itu seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (26/12/2020).

Reuters melaporkan bahwa militer kemudian dikirim sebelum membunuh 42 pria bersenjata yang dituduh berada di balik serangan itu.(Baca juga: Kelompok Pria Bersenjata Bunuh Lebih dari 100 Orang di Ethiopia )

Negara terpadat kedua di Afrika itu telah bergulat dengan pecahnya kekerasan mematikan sejak Perdana Menteri Abiy Ahmed berkuasa pada 2018 dan mempercepat reformasi politik.

Selama hampir tiga tahun hingga pengangkatannya, negara itu diperintah oleh koalisi empat gerakan berbasis etnis yang didominasi oleh sebuah partai dari Tigray di wilayah utara.

Pemerintahan itu memerintah dengan cara yang semakin otokratis sampai Abiy mengambil alih kekuasaan, ketika ia bergegas melakukan reformasi politik dan ekonomi, termasuk pembebasan puluhan ribu tahanan politik.

Pada 2019, Abiy menggabungkan tiga partai lama yang berkuasa untuk membentuk Partai Kemakmuran, dengan hanya Front Pembebasan Rakyat Tigray yang menolak untuk bergabung.

Di Tigray, ribuan orang diyakini tewas dan 950.000 orang telah meninggalkan rumah mereka sejak pertempuran antara pasukan regional dan pemerintah federal meletus pada 4 November lalu.(Baca juga: Terjebak Konflik, 2,3 Juta Anak di Ethiopia Terancam Kelaparan )

Tigray mengadakan pemilunya sendiri pada bulan September yang bertentangan dengan pemerintah federal, yang menyatakan pemilihan itu ilegal.

Tahun depan, Ethiopia akan mengadakan pemilihan parlemen pada 5 Juni - tetapi tidak di Tigray - katalis baru kerusuhan di negara tersebut.

Badan pemilu Ethiopia mengatakan akan mengumumkan tanggal pemilihan di Tigray setelah kantor pemilihan dapat dibuka di sana.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
3 Pria Bersenjata Tembaki...
3 Pria Bersenjata Tembaki 25 Orang yang Sedang Minum Alkohol, 11 Tewas Termasuk Anak 3 Tahun
Gunung Berapi Tertidur...
Gunung Berapi Tertidur Hampir 12.000 Tahun Tiba-tiba Meletus, seperti Bom Dilempar ke Langit
Bak Berburu Manusia,...
Bak Berburu Manusia, Para Turis Kaya Bayar Rp1,5 Miliar untuk Tembaki Orang-orang di Sarajevo
Kekejaman RSF di El-Fasher:...
Kekejaman RSF di El-Fasher: Ratusan Mayat Warga Sipil Dikubur di Kuburan Massal, Lainnya Dibakar
Tragedi Kelaparan Melanda...
Tragedi Kelaparan Melanda El-Fasher usai Jadi Medan Pembantaian Massal RSF
Negara BRICS Bakal Mengubah...
Negara BRICS Bakal Mengubah Utang Dolar Menjadi Yuan China
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved