Idolakan Elon Musk, Bocah 7 Tahun di Uganda Bisa Terbangkan Pesawat

loading...
Idolakan Elon Musk, Bocah 7 Tahun di Uganda Bisa Terbangkan Pesawat
Graham Shema, bocah 7 tahun di Uganda yang bisa terbangkan pesawat. Foto/REUTERS
KAMPALA - Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun di Uganda mendadak tenar di negaranya karena pengetahuan dan keterampilannya dalam menerbangkan pesawat. Bocah cilik yang mengidolakan Elon Musk ini bernama Graham Shema.

Media setempat yang mewawancarainya mengawali namanya dengan "kapten". Duta besar Jerman dan menteri transportasi negara itu telah mengundangnya untuk pertemuan. (Baca: Aktivis Cantik dan Pemberani Afghanistan Ditembak Mati )

Graham Shema merupakan sosok bocah pencinta matematika dan sains. Bocah yang masih sekolah ini mahir melakukan penerbangan pelatihan tiga kali dengan Cessna 172.



Dia mengatakan ingin menjadi pilot dan astronaut dan suatu hari akan melakukan perjalanan ke Mars. "Panutan saya adalah Elon Musk," katanya seperti dikutip Business Today, Jumat (25/12/2020).

Seorang pilot dengan kemeja putih dan celana panjang hitam memeluk tubuh kecilnya. "Saya suka Elon Musk karena saya ingin belajar dengannya tentang luar angkasa, pergi bersamanya ke luar angkasa, dan juga untuk berjabat tangan," ujar Shema.

Elon Musk mendirikan SpaceX, perusahaan roket swasta yang baru-baru ini meluncurkan dua orang Amerika ke orbit dan berharap suatu hari mengirim manusia ke Mars. (Baca juga: Para Diplomat Rayakan Natal di Arab Saudi: 'Ini Mirip Ramadhan, Bertukar Hadiah' )

Belum lama ini, pada suatu pagi di Bandara Internasional Entebbe Uganda, instrukturnya memintanya untuk menjelaskan bagaimana mesin bekerja pada pesawat Bombardier CRJ9000 yang diparkir di landasan. Shema menjawab: "Saluran masuk menyedot udara dan menyuntikkannya ke kompresor, kompresor meremasnya dengan kipas, setelah meremasnya dengan kipas, itu menjadi panas," kata Shema yang suaranya diperkencang untuk mengalahkan suara deru mesin pesawat di dekatnya.

Jawaban bocah itu disertai bercanda dengan memberi isyarat dan melanjutkan dengan detail bagaimana sebuah mesin menciptakan daya dorong.

Keingintahuan Shema untuk terbang diganggu oleh insiden aneh. Ketika dia berusia 3 tahun, sebuah helikopter polisi terbang sangat rendah ke darat sehingga meledakkan atap rumah neneknya di pinggiran Ibu Kota Uganda, Kampala, saat dia bermain di luar.

"Itu memicu sesuatu di benaknya," kata Ibunya, Shamim Mwanaisha, 29, seorang agen perjalanan.



Menurutnya, putra kecilnya mulai "menyerang"-nya dengan pertanyaan tanpa akhir tentang bagaimana pesawat bekerja. Tahun lalu, Mwanaisha menghubungi akademi penerbangan lokal dan Shema memulai pelajaran di rumah tentang suku cadang pesawat dan kosakata penerbangan.

Setelah lima bulan kursus, Mwanaisha membayar pelajaran terbang praktis untuk putranya.

"Saya merasa seperti burung yang terbang," kata Shema tentang penerbangan pertamanya.

Dia belum pernah terbang dengan pesawat sebelumnya. Dia terbang tiga kali sebagai co-pilot antara Januari dan Maret sebelum pandemi menghentikan praktiknya. Sejak saat itu, dia berfokus pada teori penerbangan, dan membenamkan dirinya dalam video tentang penerbangan dan eksplorasi ruang angkasa pada penampil realitas virtualnya.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top