Setelah Inggris dan Afsel, Varian Virus COVID-19 Juga Ditemukan di Nigeria
Jum'at, 25 Desember 2020 - 02:28 WIB
loading...
A
A
A
CDC Nigeria tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari pernyataan Nkengasong.
“Selama beberapa minggu terakhir, kami mengalami peningkatan besar dalam jumlah sampel ke laboratorium referensi (CDC Nigeria),” ucap Direktur Jenderal CDC Nigeria Chikwe Ihekweazu dalam tweet.
“Ini telah menyebabkan penundaan yang tidak biasa dengan pengujian, tetapi kami bekerja sepanjang waktu," ia menambahkan.
Nigeria, negara terpadat di Afrika dengan lebih dari 200 juta orang, mengalami lebih sedikit kasus virus Corona daripada banyak negara lain di benua itu. Total kasus merangkak melewati 80.000 pada hari Rabu. Kasus harian tercatat melebihi 1.000 untuk pertama kalinya pada bulan ini.
Menurut CDC Afrika, benua itu telah melaporkan lebih dari 2,5 juta kasus virus Corona, merupakan 3,3% dari kasus global.(Baca juga: Muncul di Antartika, COVID-19 Kini Telah Menginfeksi Setiap Benua )
“Selama beberapa minggu terakhir, kami mengalami peningkatan besar dalam jumlah sampel ke laboratorium referensi (CDC Nigeria),” ucap Direktur Jenderal CDC Nigeria Chikwe Ihekweazu dalam tweet.
“Ini telah menyebabkan penundaan yang tidak biasa dengan pengujian, tetapi kami bekerja sepanjang waktu," ia menambahkan.
Nigeria, negara terpadat di Afrika dengan lebih dari 200 juta orang, mengalami lebih sedikit kasus virus Corona daripada banyak negara lain di benua itu. Total kasus merangkak melewati 80.000 pada hari Rabu. Kasus harian tercatat melebihi 1.000 untuk pertama kalinya pada bulan ini.
Menurut CDC Afrika, benua itu telah melaporkan lebih dari 2,5 juta kasus virus Corona, merupakan 3,3% dari kasus global.(Baca juga: Muncul di Antartika, COVID-19 Kini Telah Menginfeksi Setiap Benua )
(ber)
Lihat Juga :