Dibantu China dan AS, Australia Evakuasi Tim Ekspedisi Mereka di Antartika

Kamis, 24 Desember 2020 - 21:52 WIB
loading...
Dibantu China dan AS,...
Australia berhasil mengevakuasi salah satu tim ekspedisinya dari Antartika yang jatuh sakit. Foto/Ist
A A A
CANBERRA - Australia berhasil mengevakuasi salah satu tim ekspedisinya dari Antartika yang jatuh sakit. Operasi evakuasi medis atau medevac, dilakukan Australia dengan bantuan Amerika Serikat (AS) dan China.

"Divisi Antartika Australia telah berhasil menyelesaikan evakuasi medis yang kompleks dan menantang dari ekspedisi Australia dari Antartika," kata Program Antartika Australia dalam sebuah pernyataan.

Direktur Program Antartika Australia, Kim Ellis, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (24/12/2020), mengatakan operasi lima hari tersebut mencerminkan kerjasama internasional terbaik di Antartika.

“Antartika benar-benar menyatukan negara untuk saling mendukung dalam operasi kami. Kami telah melakukan medevacs ini untuk waktu yang lama, tetapi operasi khusus ini adalah semangat terbaik dari kerjasama multinasional itu," ucapnya.

Ekspedisi tersebut berbasis di stasiun penelitian Davis Australia di Antartika. ( Baca juga: Muncul di Antartika, COVID-19 Kini Telah Menginfeksi Setiap Benua )

Minggu malam lalu, tim beranggotakan lima orang dengan lebih dari 1.000 kilogram peralatan diterbangkan dengan helikopter China ke area pendaratan ski di dataran tinggi es di belakang stasiun Davis.

Secara kebetulan, itu adalah kapal pemecah es China, MV Xue Long 2 yang sedang transit ke stasiun Zhongshan, dekat stasiun penelitian Davis.

Karenanya, China bergabung dalam operasi tersebut dan helikopter kapal dikerahkan untuk memindahkan tim dari Davis ke lokasi 40 km ke pedalaman untuk membangun jalur ski sebelum memindahkan pasien keluar dari tempat terdingin di dunia.

Bergabung dengan upaya evakuasi, sebuah pesawat Basler yang dilengkapi ski AS terbang 2.200 km (1.367 mil) dari stasiun AS McMurdo ke Wilkins Aerodrome Australia dari mana ia mengambil seorang dokter Australia.

Menurut program Australia, pesawat AS kemudian terbang ke jalur ski dekat stasiun Davis, dalam perjalanan pulang-pergi sejauh 2.800 km, untuk memindahkan pasien ke Wilkins Aerodrome.

Kemudian, Airbus A319 Australia terbang dari Hobart ke Wilkins Aerodrome untuk menjemput pasien, kembali ke Hobart pada sore hari tanggal 24 Desember.

“Kami sangat berterima kasih kepada Program Antartika China dan AS atas fakta bahwa mereka dapat mengubah model operasi mereka dan datang untuk membantu kami. Sinergi kemampuan operasi, keahlian yang luar biasa dan cuaca yang mendukung memungkinkan kami untuk membawa pasien kembali dari Antartika ke Australia dalam waktu seminggu,” kata Ellis.

Program tersebut kemudian mengklarifikasi bahwa kondisi medis pasien tidak terkait dengan Covid-19. ( Baca juga: Perjalanan Natal Warga Australia Kacau Akibat Pengetatan Perbatasan )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Roberto Martinez: Tak...
Roberto Martinez: Tak Masuk Akal Tarik Ronaldo saat Portugal Butuh Gol
Sandy Tumiwa Unggah...
Sandy Tumiwa Unggah Foto Bareng Tessa Kaunang, Captionnya Bikin Hebol Lagi
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Berita Terkini
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved