Afghanistan Minta Indonesia Jadi Fasilitator Pertemuan Ulama se-Asia

Kamis, 24 Desember 2020 - 12:54 WIB
loading...
Afghanistan Minta Indonesia...
Ketua DMI Jusuf Kalla bertemu dengan CEO HCNR Afghanistan, Abdullah Abdullah di Sapedar Palace Kompleks Istana Kepresidenan Republik Islam Afghanistan, Kabul, Rabu, 23 Desember 2020 malam waktu setempat. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
KABUL - CEO High National Reconciliation Council (HCNR) Afghanistan , Abdullah Abdullah meminta Indonesia menjadi fasilitator pertemuan antara Pemerintah Afganistan, Taliban, dan ulama Se-Asia. Permintaan tersebut disampaikan saat bertemu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) di di Sapedar Palace Kompleks Istana Kepresidenan Republik Islam Afghanistan, Kabul, Afghanistan, Rabu, 23 Desember 2020 malam waktu setempat.

Abdullah mengatakan, posisi JK sebagai ketua DMI memiliki wibawa dan pengaruh di mata ulama sehingga akan mudah melakukan fasilitasi pertemuan tersebut. Bagi Abdullah, pertemuan tersebut memiliki arti penting mengingat antara Afganistan dan negara Asia masih dalam satu kultur sehingga mudah untuk menyatukan persepsi terhadap hukum islam yang menjadi sumber konflik di Afganistan selama ini. (Baca juga: Jusuf Kalla Bantu Pemerintah Afganistan Wujudkan Perdamaian)

“Indonesia dan Afghanistan memiki kesamaan, yaitu ulama sangat berperan dalam masyarakat. Pak JK sebagai ketua Dewan Masjid, tentu memiliki pengaruh dan wibawa terhadap ulama. Untuk itu kami minta bapak untuk mempertemukan para ulama kami dengan Taliban dan ulama bapak untuk berbicara mengenai bagaimana sebenarnya pemahaman islam itu terhadap kekerasan. Karena bagaimana pun kita memiliki karakter budaya yang sama dan pemahaman agama itu banyak dipengaruhi faktor sosio lingkungan. Untuk itu kami meminta pak JK untuk turut serta di situ,” kata Abdullah.

Lebih lanjut Abdullah mengungkapkan bahwa dirinya semakin merasa optimistis akan masa depan perdamaian di Afghanistan karena kedatangan JK. Ia mengaku merasa bersyukur dan merasa tidak jalan sendirian karena kehadiran JK tersebut. (Baca juga: Bos Pentagon Bertemu dengan Presiden Afghanistan di Kabul)

“Saya tidak pernah ragukan keikhlasannya Pak JK karena saya sendiri sudah kenal baik. Makanya ketika bapak mau datang saya bersyukur sekali karena ternyata bapak tidak pernah membiarkan kami jalan sendiri sekarang,” ungkapnya.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PMI Pusat, Hamid Awaludin yang turut serta dalam rombongan JK mengungkapkan kesepahaman antar faksi di Afghanistan akan mudah tercapai karena tidak ada pembicaraan mengenai perubahan konstitusi. Semua faksi menyepakati pemerintahan Islam hanya model pelaksanaannya saja yang berbeda karena terkait pemahaman terhadap hukum Islam itu sendiri. Namun ia optimistis dengan adanya pertemuan ulama se-Asia dan ulama Afganistan serta Taliban, perdamaian segera menemui titik terang.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, KH Muhyidin Junaidi yang juga turut serta dalam pertemuan tersebut menambahkan, ulama Afghanistan sangat tertarik dengan kehidupan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Mereka menilai toleransi Indonesia sangat bagus.

Muhyidin menjelaskan bahwa sejarah toleransi di Indonesia sudah sangat panjang. Sebelum Islam masuk, Hindu dan Budha sudah terlebih dahulu menyebar di Nusantara. Kemudian islam masuk dengan pendekatan budaya budaya lokal sehingga diterima masyarakat. Dalam perkembangannya Islam di Indonesia kemudian kita kenal Islam jalan tengah atau Islam Wasathiyah.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Jokowi Beberkan Isi...
Jokowi Beberkan Isi Obrolannya dengan JK ketika Bertemu di HUT Bhayangkara
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved