Presiden Iran Prediksi Trump Senasib dengan Saddam yang Digantung
Kamis, 24 Desember 2020 - 07:50 WIB
loading...
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani membandingkan Donald Trump dengan Saddam Hussein. Dia memprediksi presiden Amerika Serikat (AS) itu akan mengalami nasib yang sama seperti mantan pemimpin Irak yang dieksekusi gantung.
"Hari orang gila digantung adalah hari orang merayakan kemenangan terakhir mereka," kata Rouhani pada pertemuan Kabinet di Teheran, hari Rabu. "Nasib Trump tidak akan jauh lebih baik dari Saddam."
Pernyataan yang menghasut itu dapat meningkatkan ketegangan dengan Washington pada saat media seperti Forbes dan NBC News telah menyatakan bahwa Trump mungkin memerintahkan serangan terhadap Iran selama hari-hari terakhirnya menjabat, yang mewariskan dampaknya kepada Presiden terpilih Joe Biden. (Baca: Akun Instagram Paus Fransiskus Kembali Me-Like Foto Model Seksi )
"Satu orang gila di wilayah kami adalah Saddam, yang memberlakukan perang terhadap bangsa kami, dan orang gila lainnya adalah Trump, yang memberlakukan perang lain terhadap rakyat kami," kata Rouhani.
"Yang satu memaksakan perang militer pada kami, sementara yang lain memaksakan perang ekonomi," lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, Kamis (24/12/2020).
"Hari orang gila digantung adalah hari orang merayakan kemenangan terakhir mereka," kata Rouhani pada pertemuan Kabinet di Teheran, hari Rabu. "Nasib Trump tidak akan jauh lebih baik dari Saddam."
Pernyataan yang menghasut itu dapat meningkatkan ketegangan dengan Washington pada saat media seperti Forbes dan NBC News telah menyatakan bahwa Trump mungkin memerintahkan serangan terhadap Iran selama hari-hari terakhirnya menjabat, yang mewariskan dampaknya kepada Presiden terpilih Joe Biden. (Baca: Akun Instagram Paus Fransiskus Kembali Me-Like Foto Model Seksi )
"Satu orang gila di wilayah kami adalah Saddam, yang memberlakukan perang terhadap bangsa kami, dan orang gila lainnya adalah Trump, yang memberlakukan perang lain terhadap rakyat kami," kata Rouhani.
"Yang satu memaksakan perang militer pada kami, sementara yang lain memaksakan perang ekonomi," lanjut dia, seperti dikutip Russia Today, Kamis (24/12/2020).
Lihat Juga :