Vaksin Sputnik V Dikabarkan Sudah Terdaftar di Indonesia, Ini Kata Rusia
Rabu, 23 Desember 2020 - 19:45 WIB
loading...
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva angkat bicara mengenai kabar yang beredar bahwa vaksin Sputnik V sudah terdaftar di Indonesia. Foto/REUTERS
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva angkat bicara mengenai kabar yang beredar bahwa vaksin Sputnik V sudah terdaftar di Indonesia. Vorobieva menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.
"Vaksin Sputnik V belum teregistrasi di Indonesia, itu belum sampai tahap tersebut," ucap Vorobieva saat menggelar konferensi pers virtual pada Rabu (23/12/2020).
Vorobieva menuturkan, beberapa perusahaan Indonesia sudah menjalin komunikasi dengan Dana Investasi Langsung Rusia atau RDIF mengenai kemungkinan pembelian vaksin tersebut. ( Baca juga: Rusia Akan Uji Coba Vaksin Kombinasi AstraZeneca-Sputnik V )
"Beberapa perusahaan Indonesia telah melakukan komunikasi dengan RDIF, yang merupakan badan yang bertanggung jawab atas distribusi dan produksi vaksin Sputnik V. Tapi, komunikasi ini belum mencapai tahap registrasi," ucapnya.
"Semoga, beberapa kesepakatan akan dicapai tahun depan dan kami menegaskan kembali komitmen untuk bekerjasama dengan Indonesia untuk bersama-sama melawan ancaman bersama ini dan kami memiliki pandangan yang sama bahwa vaksin harus dapat diakses semua negara," ujarnya.
Pemerintah Indonesia sendiri beberapa waktu sudah menentukan enam vaksin yang akan dipakai dalam vaksinasi massal untuk menghentikan pandemi Covid-19. di mana di dalamnya tidak ada vaksin Sputnik V.
Keenam vaksin itu adalah vaksin Merah Putih, yang merupakan vaksin buatan dalam negeri. Lalu vaksin buatan AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech dan Sinovac. ( Baca juga: Vaksin Sputnik V Asal Rusia Diklaim Bisa Kebal Covid-19 Selama Dua Tahun )
"Vaksin Sputnik V belum teregistrasi di Indonesia, itu belum sampai tahap tersebut," ucap Vorobieva saat menggelar konferensi pers virtual pada Rabu (23/12/2020).
Vorobieva menuturkan, beberapa perusahaan Indonesia sudah menjalin komunikasi dengan Dana Investasi Langsung Rusia atau RDIF mengenai kemungkinan pembelian vaksin tersebut. ( Baca juga: Rusia Akan Uji Coba Vaksin Kombinasi AstraZeneca-Sputnik V )
"Beberapa perusahaan Indonesia telah melakukan komunikasi dengan RDIF, yang merupakan badan yang bertanggung jawab atas distribusi dan produksi vaksin Sputnik V. Tapi, komunikasi ini belum mencapai tahap registrasi," ucapnya.
"Semoga, beberapa kesepakatan akan dicapai tahun depan dan kami menegaskan kembali komitmen untuk bekerjasama dengan Indonesia untuk bersama-sama melawan ancaman bersama ini dan kami memiliki pandangan yang sama bahwa vaksin harus dapat diakses semua negara," ujarnya.
Pemerintah Indonesia sendiri beberapa waktu sudah menentukan enam vaksin yang akan dipakai dalam vaksinasi massal untuk menghentikan pandemi Covid-19. di mana di dalamnya tidak ada vaksin Sputnik V.
Keenam vaksin itu adalah vaksin Merah Putih, yang merupakan vaksin buatan dalam negeri. Lalu vaksin buatan AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech dan Sinovac. ( Baca juga: Vaksin Sputnik V Asal Rusia Diklaim Bisa Kebal Covid-19 Selama Dua Tahun )
(esn)
Lihat Juga :