Al Azhar Mesir Akhirnya Nyatakan Ikhwanul Muslimin Kelompok Ekstremis

Selasa, 22 Desember 2020 - 11:51 WIB
loading...
Al Azhar Mesir Akhirnya...
Para wanita berkumpul untuk mendoakan mantan presiden Mesir Mohamed Mursi di dekat Kedutaan Besar Mesir di Ankara, 18 Juni 2019. Mursi adalah mantan presiden Mesir dari kelompok Ikhwanul Muslimin. Foto/REUTERS
A A A
KAIRO - Al Azhar, otoritas tertinggi dalam pemikiran Islam Sunni dan yurisprudensi Islam di Mesir , akhirnya menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok ekstremis. Lembaga yang sangat dihormati kommunitas Muslim tersebut juga melarang orang-orang bergabung dengan kelompok tersebut.

(Baca juga : Berjemur Bareng Biaggi, Lorenzo: Terima Kasih selalu Ada untukku )

Dalam fatwanya, Al Azhar, mengatakan Ikhwanul Muslimin yang sudah lama masuk daftar hitam pemerintah Mesir, dilarang aktivitasnya menurut hukum Syariah Islam karena memicu perpecahan dan perselisihan. (Baca: Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi: Ikhawanul Muslimin Adalah Kelompok Teroris )

Fatwa tersebut juga mengatakan bahwa Allah SWT melarang orang dari menempuh jalan apa pun yang mengganggu mereka dari mengikuti kebenaran. Pihak Al Azhar juga menjelaskan bahwa menjaga Alquran dan Sunnah, sesuai dengan Syariah, adalah satu-satunya cara untuk menyenangkan Allah Yang Maha Kuasa.

“Jelas bagi publik apa yang telah dilakukan kelompok-kelompok ini dalam mendistorsi beberapa teks, memotongnya dari konteks mereka, dan menggunakannya untuk mencapai tujuan atau kepentingan pribadi dan merusak tatanan,” kata pihak Al Azhar dalam fatwa tersebut.

(Baca juga : Yaqut Cholil Qoumas Ingin Buktikan Kemenag Jadi Kementerian Semua Agama )

"Keanggotaan dalam kelompok ekstremis ini dianggap dilarang oleh Syariah," lanjut lembaga Islam di Mesir itu.

Otoritas Mesir telah menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris sejak November 2014. (Baca: Saudi Pecat 100 Imam dan Pengkhotbah karena Ogah Kecam Ikhwanul Muslimin )

Ratusan anggota dan petinggi organisasi itu diadili atas tuduhan menghasut atau melakukan kekerasan.

Pada pertengahan November, Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi juga memasukkan kelompok Ikhawanul Muslimin ke dalam daftar hitam.

“Kelompok Ikhawanul Muslimin adalah kelompok teroris dan (tidak) mewakili metode Islam, melainkan secara membabi buta mengikuti tujuan partisannya yang bertentangan dengan tuntunan agama kita yang anggun, sambil menggunakan agama sebagai topeng untuk menyamarkan tujuannya. untuk mempraktikkan yang sebaliknya seperti menghasut, mendatangkan malapetaka, melakukan kekerasan, dan terorisme," kata dewan tersebut.

Pada tahun 2014, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab secara resmi menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris untuk mencegah hasutan. Bahrain dan Mesir segera menyusul. (Baca juga: AS Gertak Iran dengan Kapal Selam Nuklir Bersenjata Rudal Tomahawk )

Negara-negara tersebut telah mendesak publik untuk menjauh dari kelompok Ikhwanul Muslimin dan tidak bersimpati dengan tindakannya.

Khaled Al Jundi, seorang pengkhotbah dan anggota Dewan Tertinggi untuk Urusan Islam Mesir, seperti dikutip Gulf News, Selasa (22/12/2020), mengatakan bahwa dunia Islam telah lama menunggu keputusan Al Azhar ini.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Mesir Ditempatkan di UEA
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved